• KANAL BERITA

Nyai Hindun Bedah Kitab Mambaus Sa'adah di PWNU

SERAHKAN TUMPENG : Ketua PW Fatayat NU Jateng, Tazkiyatul Muthmainnah menyerahkan tumpeng kepada pengasuh PP Hasyim Asyari Bangsri Jepara Nyai Hindun Anisah MA, sebelum membedah kitab Mambaus Sa'adah di Kantor PWNU Jl Dr Cipto 180 Semarang, kemarin.  (suaramerdeka.com/Dok)
SERAHKAN TUMPENG : Ketua PW Fatayat NU Jateng, Tazkiyatul Muthmainnah menyerahkan tumpeng kepada pengasuh PP Hasyim Asyari Bangsri Jepara Nyai Hindun Anisah MA, sebelum membedah kitab Mambaus Sa'adah di Kantor PWNU Jl Dr Cipto 180 Semarang, kemarin. (suaramerdeka.com/Dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengasuh Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari Bangsri, Jepara Nyai Hindun Anisah MA, Jumat kemarin membedah Kitab Mambaus Sa'adah (Telaga Kebahagiaan untuk Relasi Pernikahan) karya KH Faqihuddin Abdul Qodir, di Kantor PWNU Jateng Jalan Dr Cipto 180 Semarang.

Ketua PW Fatayat NU Jateng Tazkiyatul Muthmainnah menjelaskan, pengajian perdana yang diselenggarakan keluarga besar Fatayat tersebut terbuka untuk umum. ''Kami jadwalkan rutin sebulan sekali diadakan sesudah shalat Jumat,'' kata iin. Dia kemudian memotong tumpeng menandai pembukaan pengajian kitab dan diserahkan kepada Nyai Hindun Anisah.

KH Munif, Pengurus Wilayah NU Jateng mengharapkan  agar pengajian tidak terasa hangat di hari pertama. Nanti seterusnya terus semangat dan semakin banyak jamaahnya.

Sejarah NU

Nyai Hindun, istri Gus Nung Nuruddin Amin bin KH Amin Sholeh Bangsri itu mengupas mukadimah kitab tersebut yang membahas bagaimana sejarah NU dalam memberdayakan dan memandang perempuan.

''Dalam sejarah,  NU telah mengangkat hak-hak perempuan. Hal itu jelas  terlihat ketika KH Bisri Syamsuri membangun pondok khusus perempuan pada tahun 920 M. Kemudian pada tahun 1997 di Lombok,  telah dikeluarkan keputusan Munas alim ulama tentang makanatil mar'ah fil Islam (posisi perempuan dalam Islam)  yang membahas dasar-dasar umum muamalah yang baik dengan menisbatkan perempuan sampai tercapainya keadilan dan kesetaraan,'' katanya.

Menurut Hindun, kemaslahatan umat dapat dimulai dari kemaslahatan keluarga. Kemaslahatan keluarga dapat dimulai dari sehatnya secara fisik dan rohani,  adanya relasi antara suami dan istri,  adanya pemberian hak dari laki-laki kepada perempuan. Kitab Mamba'us Sa'adah  juga memberikan tema-tema yang menjadi perhatian .

Kitab Karya KH Faqihuddin Abdul Qodir tersebut mengajak kita untuk mengetahui pentingnya sehat jasmani dalam membangun keluarga,  dan pentingnya meletakkan dasar dalam membangun relasi keluarga yang baik dan sehat.

''Karena relasi yang adil antara suami istri menjadi pondasi yg kuat,  menjadi kunci yg bagus bagi terbentuknya keluarga yg baik dan sehat,'' katanya.

Hindun juga menegaskan, istilah "Wanita, suarga nunut neraka katut" merupakan istilah yang salah kaprah, karena Allah memberikan balasan kepada mukminin dan mukminat itu sesuai dengan amal ibadahnya masing-masing.


(Agus Fathuddin/CN39/SM Network)