• KANAL BERITA

Damri Diultimatum, Pemkot Tarik Bus BST

BERHENTI DI SELTER : Bus Batik Solo Trans (BST) Koridor 1 berhenti di selter Jalan Slamet Riyadi, Jumat (7/12). (Foto: suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)
BERHENTI DI SELTER : Bus Batik Solo Trans (BST) Koridor 1 berhenti di selter Jalan Slamet Riyadi, Jumat (7/12). (Foto: suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com - Pemkot Surakarta mengultimatum manajemen Perum Damri, untuk segera memberi kepastian perihal pengelolaan Koridor 1 dan Koridor 4 Batik Solo Trans (BST), agar wewenang pengelolaan kedua koridor jelas. Sementara Pemkot menarik seluruh bus BST.

"Kami sudah menunggu jawaban resmi dari manajemen Perum Damri, tapi sampai sekarang belum juga mereka berikan. Akhirnya kemarin kami kirimi surat lagi, berikut deadline-nya," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prihatno, Jumat (7/12).

Ditambahkan, dalam surat itu disebutkan bahwa tenggat pemberian jawaban dari Damri adalah dua hari sejak surat tersebut mereka terima. "Kalau tidak bisa mengelola Koridor 1 dan 4, kami akan segera mengalihkan pengelolaan kedua koridor itu kepada PT Bengawan Solo Trans. Selama ini PT Bengawan Solo Trans tinggal menunggu pernyataan resmi dari Damri kok."

Sembari menunggu balasan dari Damri, Pemkot memutuskan menarik seluruh bus BST yang sebelumnya dititipkan kepada Perum Damri. "Sebagian bus BST Koridor 1 sudah kami ambil kembali," tandas Hari.

Kepala UPT Transportasi Dishub Yulianto Nugroho menambahkan selain lima unit bus BST yang sebelumnya dioperasikan di Koridor 1 Pemkot juga sudah menarik 17 bus yang akan dioperasikan di Koridor 4. "Sekarang kami simpan di garasi," katanya.

Saat ini Pemkot tengah mengkonfirmasi surat yang dikirimkan kepada Perum Damri tersebut. "Surat itu dikirimkan Senin (3/12), tapi tidak diserahkan langsung melainkan dikirim melalui ekspedisi. Secepatnya akan kami tanyakan kepada Damri, karena sampai sekarang (kemarin) belum juga ada jawaban dari Damri," jelas Yulianto.

Untuk diketahui, polemik pengelolaan Koridor 1 BST mencuat usai Damri menolak mengelola Koridor 4 tanpa subsidi operasional dari Pemkot. BUMN itu khawatir merugi, lantaran trayek tersebut adalah trayek rintisan.

Atas penolakan Pemkot berencana ambil alih kelola Koridor 1 BST dari Damri kepada PT Bengawan Solo Trans, sebab Damri dianggap menyalahi kesepakatan kedua pihak.

"Bus milik Pemkot memang sudah ditarik dari kami. Sudah agak lama. Tapi tidak mengganggu operasional Koridor 1, karena masih ada 15 bus yang kami jalankan," terang Manajer Umum Perum Damri Surakarta, Sentot Bagus Santoso.


(Agustinus Ariawan/CN41/SM Network)