• KANAL BERITA

Beberapa Formasi CASN Kota Magelang Belum Terisi

LIHAT HASIL SKD: Sejumlah CASN melihat hasil SKD yang terpampang di papan pengumuman saat berlangsung seleksi di Gedung Wiworo Wiji Pinilih Kota Magelang, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/ Asef Amani)
LIHAT HASIL SKD: Sejumlah CASN melihat hasil SKD yang terpampang di papan pengumuman saat berlangsung seleksi di Gedung Wiworo Wiji Pinilih Kota Magelang, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/ Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Pendaftar calon aparatur sipil negara (CASN) di Kota Magelang yang lolos melalui ambang batas (passing grade) seleksi kompetensi dasar (SKD), beberapa waktu lalu mencapai 158 orang. Terdiri atas 140 pendaftar umum dan 18 pendaftar khusus.

Dari segi jumlah, memang sudah memenuhi kuota formasi CASN yang 154 orang. Hanya saja, ada beberapa formasi yang belum terisi atau jumlah masih sangat kurang. Sehingga, pendaftar CASN yang tidak memenuhi ambang batas akan tetap diikutkan dalam seleksi kompetensi bidang (SKB).

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Magelang, Aris Wicaksono mengatakan, SKB akan digelar di Graha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, 8-12 Desember. Pemerintah menerapkan sistem rangking untuk memenuhi kekurangan formasi itu.

“Saat SKD lalu diikuti 2.026 orang, terdiri dari 2.005 formasi umum dan 21 formasi khusus. Yang lolos 158 orang, sedangkan kuota kita 154 orang. Memang melebihi kuota, tapi ada beberapa formasi yang belum terisi atau jumlah masih sangat kurang,” ujarnya di kantornya, Jumat (7/12).

Dia mencontohkan, kuota formasi guru agama Islam ahli pertama membutuhkan 25 orang, namun yang memenuhi ambang batas hanya 6 orang dari 200 peserta yang mengikuti SKD. Lalu guru kelas ahli pertama membutuhkan 51 orang, sedangkan yang lolos hanya 19 orang.

“Berdasarkan Permenpan No 61/2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi Pegawai Negeri Sipil Dalam Seleksi CPNS Tahun 2018, kita akan terapkan perangkingan dan penyilangan dari formasi-formasi, dengan syarat jabatannya sama ketika mereka mendaftar,” katanya.

Peserta SKD yang tak mencapai nilai ambang batas, katanya, tak otomatis gugur. Mereka masih bisa melanjutkan ke tahap SKB dengan syarat menduduki peringkat terbaik dari angka kumulatif SKD yang diatur Permenpan 61/2018.

“Dalam SKB syaratnya 3 kali formasi. Jika kuota ini terpenuhi dari peserta yang lolos passing grade, maka kelompok dari perangkingan tidak diperlukan. Kalau rangking berapa banyak, misal 1 formasi kalau cari 3 kali formasi calon SKB dan dalam formasi sudah ada 3 lulus, maka tidak diambil yang di bawah karena sudah cukup,” jelasnya.-


(Asef Amani/CN33/SM Network)