• KANAL BERITA

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Nasabah Donorkan Darah

DONOR DARAH :Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta, Ainul Kholid, turut mendonorkan darah. (Suaramerdeka.com/ Sugiarto)
DONOR DARAH :Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta, Ainul Kholid, turut mendonorkan darah. (Suaramerdeka.com/ Sugiarto)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta, Jumat (7/12) menggelar aksi donor darah di lantai tiga kantor setempat di Jalan Urip Sumoharjo, Yogyakarta.

Aksi donor darah dalam rangka HUT BPJS Ketenagakerjaan ke 41 tersebut, digelar atas kerjabareng dengan PMI Cabang Sleman. Dalam aksi donor darah panitia mentargetkan 100 kantong darah, membengkak menjadi 120 kantong darah.

''Target kami sebenarnya hanya 100 kantong, tapi kenyataannya menjadi 120 kantong,'' kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta, Ainul Kholid usai mendonorkan darahnya. ''Jadi aksi sosial ini, melebihi target,'' katanya lagi.

Lebih lanjut Ainul Kholid mengatakan, aksi donor darah ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat. Bahwa BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memulu mencari nasabah, tapi juga punya kepedulian pada masyarakat.

Bahkan, sebelumnya instansinya juga mengadakan Pasar Murah (Pasrah) di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, pada Rabu (5/12). Kegiatan Pasar Murah tersebut, mendapat sambutan yang cukup positip dari masyarakat dan relawan.

''Kegiatan pasar murah dan donor darah ini diadakan dalam rangka menyambut HUT BPJS Ketenagakerjaan ke-41 pada 5 Desember lalu. Ini sekaligus sebagai bentuk kepedulian kepada sesama," katanya di sela-sela aksi donor darah.

Ainul menjelaskan, program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ada empat, yaitu Jaminan Kecelakaaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP).

Lebih lanjut Ainul mengemukakan, tidak hanya pekerja formal atau penerima upah yang bisa mendaftarkan proteksi dirinya, pekerja informal atau bukan penerima upah bisa menjadi peserta serta Pekerja Migran Indonesia. Hanya dengan iuran per bulan Rp16.800 dengan asumsi upah Rp1juta, peserta informal mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan dua program dasar layak yaitu JKK dan JKM.

BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan atas resiko-resiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerjanya.

"Jika peserta mengalami musibah kecelakaan kerja, seluruh biaya pengobatan dan perawatan di tanggung sesuai kebutuhan medis dan bila meninggal dunia biasa mendapatkan Rp24 juta," katanya.


(Sugiarto/CN33/SM Network)