• KANAL BERITA

Bawaslu Temukan Dua Problem Pemberitaan Media Terkait Pemilu

Humas Bawaslu Jateng, Rofiuddin (paling kanan, memegang mike) sebagai pembicara dalam Panggung Civil Society di Hotel Grasia Semarang. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)
Humas Bawaslu Jateng, Rofiuddin (paling kanan, memegang mike) sebagai pembicara dalam Panggung Civil Society di Hotel Grasia Semarang. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, Bawaslu bersama KPI telah menemukan dua problem terkait pemberitaan pemilu oleh media. Menurut Humas Bawaslu Jateng, Rofiuddin, dua problem itu adalah pemberitaan kampanye calon dan iklan calon di media.

"Menurut UU no 7/2017 media bisa beritakan kampanye peserta pemilu, tetapi syaratnya berimbang dan jelas. Namun kenyataannya ada media yang terlalu condong pada salah satu calon tertentu," kata Rofiuddin, dalam acara Panggung Civil Society yang digelar Radio Idola FM Semarang dan Kesbangpol Kota Semarang, dengan tema: Netralitas Media Jelang Pemilu 2019, di Hotel Grasia Semarang, Jumat (7/12).

Sedangkan terkait iklan, kata Rofiuddin, di aturan sudah jelas 21 hari sebelum masa tenang. "Namun kenyataannya masih ada media yang melanggar," tambahnya.

Terkait ada media yang membuat "masalah" jelang pemilu, Rofiuddin mengaku, telah menyerahkan pengawasan pada gugus tugas. Gugus tugas ini terdiri dari dewan pers dan KPI. Jika ada media yang membuat "masalah", maka persoalan itu akan dibahas dalam rapat gugus tugas tersebut.

 


(Nugroho Wahyu Utomo/CN19/SM Network)