• KANAL BERITA

480 Calon Pemilih Meninggal Dunia Terdaftar di DPTHP2

Bawaslu Kota Semarang menggelar Deklarasi Pemilu  Damai 2019 di Hotel Dafam, baru-baru ini. (Foto suaramerdeka.com/dok)   
Bawaslu Kota Semarang menggelar Deklarasi Pemilu  Damai 2019 di Hotel Dafam, baru-baru ini. (Foto suaramerdeka.com/dok)   

SEMARANG, suaramerdeka.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang menemukan dugaan sebanyak 2.278 nama pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan tahap II (DPTHP2). Jumlah tersebut meliputi pemilih ganda antar kecamatan dan ganda dalam satu kecamatan.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin mengatakan, selain itu masih ditemukan calon pemilih telah meninggal dunia sebanyak 485 pemilih. Sedangkan pindah domisili 340 pemilih. 

"Dan TNI/Polri sebanyak 2 orang, pemilih di bawah umur 4 orang dan juga pemilih baru sebanyak 48 orang," katanya, Jumat (7/12).

Data tersebut, lanjut dia ditemukan usai dilakukan pencermatan pada DPTHP. Dugaan dari hasil pencermatan yang dilakukan oleh Bawaslu menyisir antar kecamatan dengan sistem disatukan antar kecamatan baru dilakukan pencermatan satu persatu.

"Masih banyaknya temuan itu karena belum sinkronnya pemetaan dan penyisiran yang dilakukan oleh KPU dan jajaran Bawaslu. Sehingga masih ada data pemilih ganda yang diidentifikasi pada nama, tanggal lahir, nomor kartu keluarga (KK), dan alamat yang sama,"imbuhnya.

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Kota Semarang, Nining Susanti menyatakan, dalam DPTHP2 ini juga masih ada pemilih yang dikategorikan invalid. 

"Hasil pencermatan kami masih terdapat invalid nama sebanyak 8 pemilih, invalid KK sebanyak 95 pemilih, invalid NIK sebanyak 122, invalid tanggal lahir 51 pemilih," katanya. 


(Yulianto/CN19/SM Network)