• KANAL BERITA

Tak Lakukan Rekaman, Database Kependudukan Bisa Diblokir

Disdukcapol Terus Lakukan Jemput Bola di Pinggiran

LAKUKAN JEMPUT BOLA : Petugas Disdukcapil Wonosobo melakukan jemput bola perekaman data KTP-el kepada masyarakat di wilayah pedesaan di wilayah pinggiran Wonosobo, baru-baru ini. (Foto suaramerdeka.com/M. Abdul Rohman)
LAKUKAN JEMPUT BOLA : Petugas Disdukcapil Wonosobo melakukan jemput bola perekaman data KTP-el kepada masyarakat di wilayah pedesaan di wilayah pinggiran Wonosobo, baru-baru ini. (Foto suaramerdeka.com/M. Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Warga masyarakat di Wonosobo yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) diminta segera melakukan perekaman ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wonosobo atau di kecamatan. Pasalnya, berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri), jika sampai akhir Desember tidak melakukan perekaman, maka data yang bersangkutan akan diblokir dari database kependudukan.

Kepala Disdukcapil Wonosobo Muhammad Zuhri menyebutkan, untuk menjamin agar data kependudukan sebagai bahan pengambilan kebijakan itu valid dan dapat dipertanggung jawabkan, seluruh penduduk di Wonosobo memang wajib melakukan perekaman. "Masyarakat kami imbau proaktif untuk melakukan perubahan data pada dokumen kependudukannya apabila ada perubahan elemen data," ungkapnya, kemarin.

Begitupun bagi masyarakat yang mengetahui ada penduduk, yang karena ketidakmampuannya datang ke tempat perekaman, diharapkan bisa menginformasikan ke Disdukcapil melalui aparat desa setempat untuk dilakukan perekaman. Data hingga Oktober, penduduk wajib KTP-el namun belum rekam data, berdasarkan data pelayanan berjumlah sebanyak 9.433 jiwa. Sementara berdasar data konsolidasi bersih (DKB) berjumlah sebanyak 6.116 jiwa.

Sementara data jumlah penduduk wajib KTP-el di Wonosobo yang sudah rekam di Wonosobo total mencapai 637.779 jiwa yang terdiri atas penduduk laki-laki sebanyak 326.064 jiwa laki-laki dan sebanyak 311.715 jiwa perempuan. Sedangkan penduduk yang sudah cetak KTP-el berdasarkan estimasi total mencapai 507.893 jiwa yang terdiri atas 261.489 jiwa laki-laki dan sebanyak 246.404 jiwa perempuan.

Selain itu, secara estimasi tercatat pula hingga akhir Oktober masih ada sebanyak 129.886 jiwa penduduk yang belum cetak KTP-el. Masing-masing terdiri atas 64.575 jiwa penduduk laki-laki dan sebanyak 65.311 jiwa penduduk perempuan. "Kami terus berupaya meningkatkan layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat secara lebih berkeadilan," tutur dia.

Sebagai upaya untuk meningkatkan cakupan  kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil bagi penduduk Wonosobo, Disdukcapil berupaya melakukan pelayanan jemput  bola, meliputi pelayanan jemput bola akta kelahiran dan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) lainnya di 165 desa se Wonosobo, pelayanan jemput bola perekaman KTP-el bagi wajib KTP pemula di 56 SMA, SMK, MAN se Wonosobo.

Turut dilakukan pula pelayanan perekaman KTP-el bagi penduduk rentan adminduk baik jompo, penyandang disabilitas serta penderita gangguan jiwa dan lainnya. Pelayanan rekam KTP-el juga dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II B Wonosobo. Selain itu, pelayanan akta kelahiran dan dokumen kependudukan lainnya pada event-event skala kabupaten seperti TMMD, Gelar Informasi Daerah dan Pelayanan Publik, Pawai Pembangunan dan Festival Desa.

Pada 2019, untuk meningkatkan capaian perekaman dan pencetakan KTP-el dan peningkatan cakupan kepemilikan akta kelahiran, kegiatan diarahkan dengan prioritas penuntasan perekaman dan pencetakan KTP-el. "Kegiatan yang bakal terus dilakukan, yakni jemput bola perekaman KTP-el dan akta kelahiran bekerjasama dengan berbagai pihak, pengadaan sarana mobilitas jemput bola, optimalisasi peran petugas registrasi desa dan kelurahan," jelas dia.

Selain itu, akan terus dilakukan kerjasama pemanfaatan data dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan desa atau kelurahan, penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), optimalisasi fungsi website, pelayanan pendaftaran Akta Kelahiran Online, pelayanan  model “3 in 1”  atau “2 in 1” serta melanjutkan kerjasama distribusi dengan PT Pos Indonesia Cabang Wonosobo, untuk memudahkan pendistribusian adminduk ke warga di seluruh Wonosobo.


(M Abdul Rohman/CN19/SM Network)