• KANAL BERITA

Perlu Harmonisasi Silabus Antarnegara ASEAN

Sharing dan Diskusi dengan Sekretariat ASEAN

DISKUSI: Direktur Urusan Komunitas Sekretariat ASEAN Lee Yoong Yoong (kiri) didampingi Wakil Rektor I UPGRIS Dr Sri Suciati MHum (tengah) di sela-sela diskusi dan sharing bersama mahasiswa. (suaramerdeka.com / Royce Wijaya)
DISKUSI: Direktur Urusan Komunitas Sekretariat ASEAN Lee Yoong Yoong (kiri) didampingi Wakil Rektor I UPGRIS Dr Sri Suciati MHum (tengah) di sela-sela diskusi dan sharing bersama mahasiswa. (suaramerdeka.com / Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kemajuan negara-negara ASEAN bisa tercapai apabila saling mendukung satu sama lain, termasuk di bidang pendidikan. Meski tidak ada standarisasi konkret, tapi kerja sama perlu dijalin demi kemajuan bersama, seperti harmonisasi silabus atau rencana pembelajaran pada kelompok mata pelajaran.

Direktur Urusan Komunitas Sekretariat ASEAN Lee Yoong Yoong mengakui belum ada kesetaraan atau masih ada gab satu negara dengan lainnya, bukan hanya mahasiswa tetapi juga pertumbuhan ekonominya. 

''Kesenjangannya itu tidak semua mahasiswa punya kemampuan berbahasa Inggris. Tantangan mahasiswa sendiri harus bisa menyesuaikan revolusi industri 4.0,'' kata Lee dalam sharing dan diskusi bersama mahasiswa di gedung utama Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Kamis (6/12).

Dalam kesempatan itu, Lee didampingi Wakil Rektor I UPGRIS Dr Sri Suciati MHum dan Kepala Kantor Urusan Internasional UPGRIS Dr Nur Hidayat MHum tanya jawab dengan 400 mahasiswa di Jateng yang memadati UPGRIS. 

Menurut dia, kerja sama pengembangan profesi bisa dilakukan, seperti bidang kepariwisataan, arsitektur, keperawatan, akuntan, dan tenaga medis. Bukan hanya diskusi, Lee pun bercerita tentang sejarah ASEAN, termasuk prestasi sekretariat yang telah mampu mendatangkan banyak investor. Di sisi lain, Sri Suciati menegaskan, kehadiran Lee Yoong Yoong ini menyampaikan hal-hal terkait ASEAN. Mahasiswa bisa mendapatkan banyak pengetahuan, dari apa yang disampaikan narasumber. 

Lulusan perguruan tinggi akan menghadapi persaingan kompetisi sangat tinggi. ''Mereka harus tahu masalah ASEAN, apalagi sekarang ini memasuki era pasar bebas. Lulusan perguruan tinggi bisa saja diterima diluar negeri, tapi harus meningkatkan kompetensinya terlebih dulu,'' katanya.

Dalam kesempatan itu, Nur menyatakan, UPGRIS mengundang 16 perguruan tinggi di Semarang dan sekitarnya. Harapannya, diskusi ini akan menambah pengetahuan regional, internasional, terkait Asia Tenggara.


(Royce Wijaya/CN26/SM Network)