• KANAL BERITA

Pagi Ini Diresmikan, Pasar Darurat Belum Cukup

KUPAS BAWANG: Beberapa pedagang bawang mengupas bawang di sekitar halaman utama pasar legi baru-baru ini. (suaramerdeka.com / M Ilham Baktora)
KUPAS BAWANG: Beberapa pedagang bawang mengupas bawang di sekitar halaman utama pasar legi baru-baru ini. (suaramerdeka.com / M Ilham Baktora)

SOLO, suaramerdeka.com – Menurut rencana pasar darurat bagi pedagang Pasar Legi yang terdampak kebakaran beberapa waktu lalu, akan diresmikan penggunaannya oleh Wali Kota Surakarta.  Pemkot melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta bersama Paguyuban Pedagang Pasar Legi melanjutkan pembagian lahan darurat hingga tuntas.

"Pembagian los terus kami lakukan. Selain itu Jumat (7/12) kios darurat di Jalan Sabang akan diresmikan Wali Kota Surakarta. Acara dimulai 07.30 di Jalan Sabang. Perwakilan dari masing-masing pedagang kios, los, dan oprokan akan ikut dalam penyerahan,’’ kata Lurah Pasar Legi, Marsono

Pembagian lapak sudah dimulai beberapa hari lalu. Kamis (6/12) pembagian fokus lapak sejumlah pedagang los di hanggar (halaman utama Pasar Legi). Kendati sejumlah lokasi disiapkan Pemkot untuk menampung pedagang terdampak, agaknya belum mencukupi. Berdasarkan data Disdag Surakarta, Pasar Legi menampung 2.669 pedagang. Dari jumlah itu 2.481 di antaranya terdampak kebakaran. Rinciannya 244 Kios, 1.687 Los, dan 550 Oprokan.

"Jika melihat angka itu jelas belum cukup karena di Jalan Sabang hanya tersedia 130 kios dan 70 Los. Di Jalan Lumbang Tobing disiapkan ratusan los tambahan begitu juga di Jalan Monumen 45. Lokasi tersebut dapat dimanfaatkan hanya sebagian pedagang oprokan. Tersedianya pasar darurat belum mencukupi," jelas Ketua Ikatan Pedagang Pasar Legi (Ikapagi), Tugiman Sastromiarjo, Kamis (6/12).

Marsono menambahkan pihaknya membagikan 130 los siap pakai di Jalan Lumban Tobing dan 200 lahan oprokan di Jalan Monumen 45. Sementara 322 pedagang sudah mengambil nomor lokasi berdagang baru di dalam hanggar. Mereka sudah boleh mempersiapkan lahan masing-masing.

Meski pekerjaan di dalam hanggar masih belum selesai 100 persen, pedagang bisa menfaatkan lahan dan bersabar lantaran pembuatan tanggul untuk antisipasi banjir belum rampung. " Hanya tanggul saluran yang belum selesai," kata Tugiman.


(M Ilham Baktora/CN26/SM Network)