• KANAL BERITA

Pemerintah Harus Bisa Pastikan Kestabilan Politik dan Ekonomi dalam Negeri Tetap Terjaga

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menjelaskan, setiap kebijakan perdagangan pasti akan memengaruhi neraca perdagangan antar negara yang terimbas. Dalam konteks perang dagang Amerika Serikat - China, dampak dari perang dagang tentunya dirasakan oleh
perekonomian global namun tidak secara langsung.

Hal ini mengingat bahwa nilai transaksi perdagangan kedua negara hanya sebagian kecil dari seluruh transaksi perdagangan global dengan nilai ekspor kurang dari USD 5 triliun. Dampak yang dirasakan oleh negara lain adalah naiknya harga barang yang diimpor dari China dan Amerika serikat, dimana barang tersebut menggunakan input atau bahan baku dari negara satu sama lain.

"Misalnya, apabila Indonesia mengimpor pesawat Boeing dari Amerika Serikat, tetapi pesawat tersebut menggunakan komponen komputer yang diimpor dari China, maka tidak menutup kemungkinan harga pesawat tersebut menjadi lebih mahal karena Amerika Serikat telah melakukan pengenaan tarif pada impor untuk barang-barang dari China," kata dia.

Untuk meningkatkan nilai investasi, Ilman menjelaskan, pemerintah harus bisa memastikan kestabilan politik dan ekonomi dalam negeri tetap terjaga. Selain itu, kebijakan pemerintah terkait investasi sebaiknya dirancang berkesinambungan dan mudah diaplikasikan, salah satunya adalah dengan memaksimalkan penerapan Online Single Submission (OSS) sebagai portal untuk pendaftaran perizinan usaha di Indonesia.

"Regulasi yang pasti, efisien dan terukur sangat memengaruhi masuknya investasi di Indonesia. Selain mempertimbangkan kondisi ekonomi secara makro, seperti perang dagang dan nilai tukar mata uang, para investor juga akan melihat kemudahan berusaha sebagai faktor penting penentu investasi," jelasnya.

 


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)