• KANAL BERITA

Eksekusi Lahan Kentingan Baru Ricuh

Kuasa Hukum pemilik lahan Kentingan Baru, Haryo Anindita Setyo Mukti menegaskan pemilik lahan sudah memberikan peringatan kepada para penghuni untuk pindah. Namun sampai batas waktu eksekusi pengosongan masih bertahan.(Sri Hartanto) 
Kuasa Hukum pemilik lahan Kentingan Baru, Haryo Anindita Setyo Mukti menegaskan pemilik lahan sudah memberikan peringatan kepada para penghuni untuk pindah. Namun sampai batas waktu eksekusi pengosongan masih bertahan.(Sri Hartanto) 

SOLO, suaramerdeka.com - Eksekusi lahan Kentingan Baru, Jebres, Kamis (6/12) berlangsung ricuh. Sejumlah kepala keluarga (KK) yang belum menerima ganti rugi menolak keluar dari rumah dan melakukan perlawanan.

Dari 115 KK menghuni di Kentingan Baru, 60 KK di antarannya telah menerima ganti rugi dan tidak melakukan perlawanan. Mereka pasrah rumah huniannya dibongkar menggunakan alat berat yakni ekskavator.

Kamis pagi, warga menolak kedatangan sekitar 400 personel baik dari kepolisian, Satpol PP dibantu petugas TNI. ''Ada tiga orang yang telah diamankan dan dibawa ke Polsek Jebres,'' tegas Wakapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai.

Selain membakar ban di depan Gapura Kampung Kentingan Baru, warga menutup gang kampung menggunakan bambu dan kayu. Namun ratusan petugas Polresta Surakarta, dan Satpol PP, memasuki lahan hunian melalui gapura ujung paling selatan.

Salah satu warga Kentingan Baru, Galih (25) menolak untuk pindah lantaran eksekusi tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Begitu pula, Fajar Lestari (38) meminta aparat membatalkan eksekusi lantaran lahan masih sengketa di pengadilan. ''Saya bersama puluhan penghuni lahan tetap akan bertahan untuk menempati tanah ini,'' katanya.

Kuasa Hukum pemilik lahan Kentingan Baru, Haryo Anindita Setyo Mukti menegaskan pemilik lahan sudah memberikan peringatan kepada para penghuni untuk pindah. Namun sampai batas waktu eksekusi pengosongan masih bertahan.


(Sri Hartanto/CN34/SM Network)