• KANAL BERITA

Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok LPG 3 Kg di Pekalongan Dipastikan Aman

RAPAT KOORDINASI : Para narasumber menyampaikan materinya dalam rapat koordinasi  terkait antisipasi kelangkaan LPG 3 Kg di Kota Pekalongan menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 yang digelar Polres Pekalongan Kota di Hotel Nirwana Kota Pekalongan, Kamis (11/12). (SM/dok)
RAPAT KOORDINASI : Para narasumber menyampaikan materinya dalam rapat koordinasi  terkait antisipasi kelangkaan LPG 3 Kg di Kota Pekalongan menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 yang digelar Polres Pekalongan Kota di Hotel Nirwana Kota Pekalongan, Kamis (11/12). (SM/dok)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, stok LPG 3 kilogram di Kota Batik dipastikan aman. Bahkan, menjelang akhir tahun ini dilakukan penambahan ketersediaan LPG 3 kilogram. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi jika terjadi kelangkaan LPG menjelang pergantian tahun 2018/2019 dimaksud.  Demikian mengemuka dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar Polres Pekalongan Kota bersama Pemkot Pekalongan, Manager SPBE, para agen dan pangkalan yang digelar di Hotel Nirwana Kota Pekalongan, Kamis (6/12). 

Rakor sendiri dilakukan sebagai langkah antisipasi kelangkaan LPG 3 kilogram di Kota Pekalongan dalam rangka menghadapi Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019. "Kami pastikan menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, stok LPG 3 kilogram aman," tegas Kabag Perekonomian Setda Kota Pekalongan, Betty Dafiani Dahlan, ditemui usai menjadi narasumber dalam rakor tersebut. 

Dijelaskan, total penyaluran LPG 3 kilogram hingga Desember 2018 mencapai 351.940 tabung, dan terjadi kenaikan sekitar 2 persen dibanding dengan penyaluran di bulan sebelumnya. Terkait antisipasi kelangkaan, lanjut dia, Pemkot Pekalongan sendiri 31 Oktober lalu telah menggelar rakor yang sama. Diantara rekomendasinya, pada tanggal merah distribusi LPG tetap berlangsung kecuali hari minggu, dan diharapkan distribusi lancar.

Bahkan, menjelang  Natal dan Tahun Baru, info dari SPBE jika memang dibutuhkan alokasinyaakan  ditambah 2 persen. Disamping itu, jika memang mendesak, tidak menutup kemungkinan dilakukan operasi pasar. "Untuk distribusi LPG sendiri, Pemkot Pekalongan bergantung kepada agen dan pangkalan. Pihaknya berharap, distribusinya bisa tepat sasaran, tepat harga," imbuhnya.

Sementara, M Lutfi, perwakilan SPBE menyatakan menjelang Natal dan Tahun Baru, pihaknya mengaku sudah sangat siap. Untuk stoknya sendiri sudah ada 80 ton, dan bisa mengkafer untuk kebutuhan empat sampai lima hari. Dimana, dalam setiap harinya terdistribusi sekitar 14-15 ribu tabung. Sehingga, pihaknya optimistis stok LPG, bisa dipastikan aman. " SPBE siap 100 persen. Semoga tidak ada kelangkaan maupun masalah lain yang timbul," tegas Lutfi.

Kabid Perdagangan Disperindagkop Kota Pekalongan, Sri Haryati menjelaskan, di Kota Pekalongan sendiri terdapat lima agen dan 203 pangkalan LPG. Pihaknya berharap, menjelang pergantian tahun, tidak ada upaya penimbunan. "Penimbunan sendiri aturannya sangat jelas. Jika terbukti menimbun, bisa sanksi secara tertulis, bahkan bisa dicabut ijin usahanya," tegasnya.

KBO Intelkam Polres Pekalongan Kota, Ipda Sunarto menyatakan, rakor dilakukan untuk mengantisipasi adanya kelangkaan LPG menjelang natal dan tahun baru. Pihaknya berharap, ketersediaan LPG di Kota Pekalongan dapat tersedia dengan baik, sehingga situasi dan kondisi menjelang pergantian tahun berlangsung aman dan kondusif.


(Kuswandi/CN34/SM Network)