• KANAL BERITA

Jembatan Kalikenteng Rampung, Tol Semarang-Boyolali Siap

BERIKAN PENJELASAN : Dirut PT JSN David Wijayatno memberikan penjelasan kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono perkembangan pembangunan jalan tol Semarang-Solo-Ngawi. (suaramerdeka.com/ Budi Sarmun)
BERIKAN PENJELASAN : Dirut PT JSN David Wijayatno memberikan penjelasan kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono perkembangan pembangunan jalan tol Semarang-Solo-Ngawi. (suaramerdeka.com/ Budi Sarmun)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Pelaksana pembangunan proyek tol Semarang-Boyolali memastikan pada libur akhir tahun ini, seluruh pekerjaan fisik telah selesai, termasuk pembangunan Jembatan Kalikenteng rampung, sehingga jalur bebas hambatan sepanjang 32 km siap dibuka.

"Ya, bisa jadi dioperasionalkan nanti pada saat libur akhir tahun. Nanti menunggu kepastian dari pusat. Tapi inti jalan tol Semarang-Boyolali sudah selesai, Jembatan Kalikenteng sudah bisa dilalui kendaraan umum," kata Dirut PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN) David Wijayatno, Kamis (6/12).

Secara keseluruhan, kata David, penyelesaian proyek tol ruas Semarang-Boyolali secara fisik sudah rampung. "Seluruh proyek fisik tol Semarang-Solo sudah tuntas. Uji laik fungsi sudah selesai, tinggal penyempurnaan dan pekan depan sudah tuntas," katanya.

Pekerjaan fisik tinggal menyisakan sedikit, berupa penyempurnaan fasilitas rambu-rambu lalu lintas di sepanjang tol. Pihaknya optimistis pada saat libur akhir tahun dimulai pekan terakhir Desember, tol ini sudah siap.

Selama menunggu penyelesaian fisik tuntas, PT JSN menunggu instruksi dari pusat, apakah jalur tol Solo-Boyolali-Semarang bisa dilalui untuk menyambut arus mudik-balik libur akhir tahun nanti.

Terpisah, Pimpro tol Semarang-Solo, Edy Broto membenarkan penyelesaian proyek fisik tol Solo-Boyolali. Pihaknya juga memastikan pada minggu ketiga Desember siap dioperasionalkan. "Bahkan kita siap untuk dioperasikan. Kemungkinan minggu ketiga (Desember 2018)," imbuhnya.

Pembangunan fisik tol Semarang-Boyolali oleh PT JSN dan PT Waskita Karya dikerjakan paling akhir. Proyek ini digarap selama kurang lebih dua tahun membelah Kota Susu mulai dari Kabupaten Semarang hingga Boyolali.


(Budi Santoso/CN33/SM Network)