• KANAL BERITA

Warga Terima Sertifikat Tanah Tepi Bengawan

LAHAN BANTARAN : Lahan bantaran di tepi Sungai Bengawan Solo di Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari ditanami warga. (suaramerdeka.com/ Achmad Hussain)
LAHAN BANTARAN : Lahan bantaran di tepi Sungai Bengawan Solo di Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari ditanami warga. (suaramerdeka.com/ Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Puluhan warga di sepanjang tepi Sungai Bengawan Solo, Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten akhirnya menerima sertifikat kepemilikan hak atas tanah yang terdampak proyek pelurusan Sungai Bengawan Solo pada 1978.

"Ada 65 sertifikat yang sudah diserahkan ke warga," kata Kepala Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Sukarno, Kamis (6/12).

Sertifikat itu merupakan bukti kepemilikan tanah warga yang tidak jelas sejak proyek pelurusan Sungai Bengawan Solo pada 1978.

Sejak proyek itu, status lahan terdampak tidak jelas dan tidak ada serifikat sebagai bukti hukum kepemilikan lahan masyarakat. Berpuluh tahun hak atas tanah itu diurus, tetapi tidak kunjung berhasil lantaran tidak ada data dokumen tanah milik warga.

Padahal dokumen itu sebagai dasar Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menerbitkan sertifikat tanah warga. Setahun lalu, pemerintah desa mengurus lahan warga itu berkoordinasi dengan sejumlah phak, termasuk Balai Besar Sungai Wilayah Bengawan Solo (BBSWBS).

Akhirnya data-data kepemilikan lahan warga bisa dikumpulkan kembali. Data itu selanjutnya diajukan ke BPN dan akhirnya bisa diterbitkan sertifikat warga dan diserahkan ke warga Agustus tahun lalu. Lahan berwujud tegalan dan sawah itu kini memiliki kekuatan hukum.

Seorang warga Sukarno, mengaku beruntung lantaran di desa lain lahan serupa yang terdampak elum selesai diurus. Dengan sertifikat, kata dia, warga terbantu secara ekonomi. Sebelum ada sertifikat, nilai jual tanahnya rendah lantaran tidak ada bukti sah kepemilikan.


(Achmad Hussain/CN33/SM Network)