• KANAL BERITA

Tumbuhkan Kepemimpinan dengan Jiwa Kepangudiluhuran

Jambore OSIS Nasional Pangudi Luhur 2018

MENERBANGKAN BALON : Ketua Yayasan Pangudi Luhur Pusat Br Frans Sugi FIC menerbangkan balon sebagai tanda dimulainya kegiatan Jambore OSIS Nasional Pangudi Luhur 2018 di Lapangan TK-SD-SMA PL Don Bosko Semarang, Kamis (6/12). (suaramerdeka.com/ Leonardo Agung Budi P)
MENERBANGKAN BALON : Ketua Yayasan Pangudi Luhur Pusat Br Frans Sugi FIC menerbangkan balon sebagai tanda dimulainya kegiatan Jambore OSIS Nasional Pangudi Luhur 2018 di Lapangan TK-SD-SMA PL Don Bosko Semarang, Kamis (6/12). (suaramerdeka.com/ Leonardo Agung Budi P)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 394 peserta perwakilan pengurus OSIS dari 41 sekolah setingkat SMP-SMPLB-SMALB-SMA-SMK se-Yayasan Pangudi Luhur, mengikuti kegiatan Jambore OSIS Nasional di Lapangan TK-SD-SMA PL Don Bosko Semarang, Kamis (6/12).

Kegiatan yang ditujukan untuk menumbuhkan nilai-nilai kepemimpinan yang dilandasi jiwa Kepangudiluhuran tersebut sekaligus juga dalam rangka memperingati delapan windu atau 64 Tahun Yayasan Pangudi Luhur berkarya.

Ketua Yayasan Pangudi Luhur Pusat Br Frans Sugi FIC mengatakan, pendidikan karakter sangat penting dan harus diberikan sejak awal. Hal itu tidak terlepas dari kondisi masyarakat sekarang yang memprihatinkan dan saling menyalahkan.

"Tidak ada kata terlambat untuk memberikan pendidikan karakter. Kami sengaja mengajak perwakilan OSIS mulai dari SMP hingga SMA/K sebagai pemimpin lokal di sekolahnya masing-masing untuk menularkan hasil dari kegiatan ini," kata Br Frans Sugi FIC di sela acara yang diikuti peserta dari Kalimantan, Sumatera, Jakarta, Bekasi, DIY dan wilayah Jateng.

Dikatakan bahwa ada 10 keutamaan pendidikan karakter Kepangudiluhuran yang diajarkan oleh Br Bernadus, Bruder pertama FIC dari Yayasan Pangudi Luhur. Kesepuluh nilai kepangudiluhuran itu di antaranya rendah hati, teladan baik, mencintai sesama, tabah hati, berpengetahuan serta percaya kepada Tuhan.

"Diharapkan hal itu tidak sekedar menjadi pengetahuan tetapi bisa menjadi contoh sikap hidup seluruh warga besar Pangudi Luhur," kata Br Frans Sugi FIC.

Ketua Pelaksana Jambore OSIS Nasional Pangudi Luhur 2018, Br Titus Totok Tri Nugroho FIC mengatakan, kegiatan kali pertama Jambore OSIS Nasional yang digelar hingga Sabtu (8/12) tersebut untuk mengedukasi dan melaksanakan literasi kemanusiaan dan sebagai sarana pengembangan diri pengurus OSIS yang menitikberatkan pada pengembangan diri peserta didik di bidang spiritual, emosional, sosial, intelektual, kepemimpinan, dan keorganisasian.

Para peserta diajak mengikuti seminar wawasan kebangsaan, penanaman mangrove di kawasan Industri Genuk, cerdas cermat, dan pelatihan kewirausahaan supaya mereka menjadi kreatif dan berinovasi dengan dirinya melalui bakat atau talentanya masing-masing.

"Ini menjadi sarana yang baik untuk melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang mempunyai nilai-nilai karakter 100 % militansi Pangudi Luhur dan 100 % warga Indonesia yang menghargai keberagaman dan keberbedaan," katanya.


(Leonardo Agung BP/CN33/SM Network)