• KANAL BERITA

Panglima TNI: Pembunuhan di Nduga Bukan Kriminal Biasa

16 Jenazah Korban Dievakuasi Tim Gabungan

Foto: Kcm
Foto: Kcm

TIMIKA, suaramerdeka.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan, pembunuhan terhadap para karyawan PT Istaka Karya di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, bukanlah kriminal biasa. Selain itu, tindakan tersebut adalah perbuatan yang sangat keji.

"Sehingga TNI - Polri akan tindak tegas untuk menangani masalah ini, dengan harapan agar masyarakat akan tenang. Saya tegaskan sekali lagi, mereka akan segera kita tangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia," katanya di Hanggar Airfast Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua, Kamis (6/12).

Menurutnya, saat terjadi penyerangan di lokasi kejadian terdapat 25 orang karyawan yang sedang bekerja melaksanakan pembangunan jembatan. Dari 25 orang karyawan tersebut, 14 orang dieksekusi di tempat.

"Kemudian, 11 orang lainnya berusaha menyelamatkan diri. Dari 11 orang karyawan yang berusaha menyelamatkan diri tersebut, empat orang berhasil sampai di Pos TNI Mbua, namun lima orang tertangkap dan kembali dieksekusi," ujarnya.

Adapun dua orang lainnya diperkirakan masih hidup, namun hingga kini belum ditemukan. Selain menyerang karyawan, mereka juga menyerang Pos TNI yang berada di Mbua.

"Hal itu menyebabkan salah satu prajurit TNI atas nama Sertu Anumerta Handoko gugur dalam tugas. Pasukan gabungan TNI - Polri juga telah mengevakuasi 16 jenazah karyawan PT Istaka Karya korban penembakan yang berada di Bukit Kabo Distrik Yigi," tandasnya.

Evakuasi dilakukan oleh pasukan gabungan TNI - Polri yang diterjunkan di lokasi Kali Yigi. Panglima TNI menjelaskan, lokasi penembakan karyawan yang sedang melaksanakan pembangunan jalan Trans Papua dan jembatan di Kali Yigi tersebut, sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh salah seorang korban selamat dari kejadian tersebut, yaitu Jimmi Aritonang.

"Selanjutnya, TNI dan Polri akan membentuk tim keamanan untuk memperlancar proses pembangunan di wilayah Kabupaten Nduga. Nanti segera dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR," tegasnya.


(Saktia Andri Susilo/CN33/SM Network)