• KANAL BERITA

Jateng Membawa "Oleh-oleh" 13 Kesepakatan dari Jeddah

Oleh: Amir Machmud NS

 KESEPAKATAN: Suasana penandatanganan LoI dan MoU di arena Indonesia Expo 2018. (Foto: suaramerdeka.com/Amir Machmud)
KESEPAKATAN: Suasana penandatanganan LoI dan MoU di arena Indonesia Expo 2018. (Foto: suaramerdeka.com/Amir Machmud)

WAJAH Arif Sambodo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangan Provinsi Jawa Tengah tampak berseri-seri di lobi Hotel Mercure, Jeddah. Tak ketinggalan, air muka Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Prasetyo Aribowo menyemburatkan rona ceria, seperti juga Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Ema Rahmawati.

Tak sia-sia perjalanan mereka ke arena Indonesia Expo 2018 di Gedung Kadin Jeddah, sejak 28 November lalu. Dipimpin langsung Gubernur Ganjar Pranowo, trio kepala dinas itu meraih 13 kesepakatan yang tertuang dalam letter of agreement (LoI) dan nota kesepahaman (MoU). Seminar, juga pembicaraan-pembicaraan dalam kemasan promosi peluang investasi dan pemasaran produk industri berlangsung mobil, dinamis, dan friendly.

Passion Gubernur   

Prasetyo menggambarkan mobilitas Gubernur Ganjar selama di Jeddah kemarin sebagai "passion" yang menjadi karakter kepemimpinannya. Gubernur dia nilai selalu energik, gesit, dan determinatif.

"Langkah-langkah kami harus terukur, punya target, dan terpadu antara satu dinas dengan dinas lainnya," ungkap pria 57 tahun yang akrab dipanggil Tiyok itu.

Dia menambahkan, kehadiran langsung Gubernur merupakan penambah kuat magnet bagi pemerintah Arab Saudi, lembaga-lembaga bisnis, dan kalangan dunia usaha di sana.

"Kita lihat, beliau betul-betul memimpin misi ini dengan determinasi tinggi," katanya.

Sementara itu, Arif Sambodo merinci, di antara 13 kesepakatan tersebut, terdapat lima yang didapat oleh DPMPTSP, empat untuk Disperindag, tiga untuk Dinkop-UKM, ditambah satu untuk lingkup pariwisata.

Di bidang investasi, kesepakatan ditandatangani oleh Casa Moda Kuwait, Ahmed Saleh Al Shafir Co, dan Mahmoud Omar dengan DPMPTSP, lalu Abdullah Muhammad Al Tamimi dengan JatengLand, serta Dallah Albarouk Holding Co dengan PT Rimba Sentosa.

Sedangkan Disperindag menyepakati kerja sama industri dsn dagang lewat Saad Salim Al Khanbashi dari Tahijat Al Dhafah Trading dengan CV Rajasa Mas Jaya. Kemudian, Muassasah Mandiri dengan CV Sumber Rizky, Muassasah Aid Omar Rosidi Traco dengan CV Fahaltex, dan Al Maerah dengan CV Synergy Perkasa Exportindo.

Dinkop-UKM membendaharakan peluang kerja sama melalui Arabian SAS Group dengan PT Nuansa Porselen Indonesia, PT Yuasafood dengan PT Profil Miyra Abadi, dan PT Yuasafood dengan Edwindra Virgiyantoro.

Khusus untuk bidang pariwisata, PT Lajangiroe menandatangani kesepakatan dengan Al Amoudi Travel.

Menurut Prasetyo Aribowo, sepulang dari Jeddah, pihaknya akan mengevaluasi misi ini, terutama terkait dengan realitas keterintegrasian sebuah tim yang terbukti menghasilkan notifikasi-notifikasi potensial di bidang pemasaran investasi dan perdagangan. Lalu persiapan apa saja yang harus direvitalisasi untuk hadir dalam forum-forum.serupa. Diplomasi gaya Ganjar Pranowo yang "perform" juga terbukti mampu menggugah antusiasme kemitraan di Jeddah.

Momen Bagus

Fahmi Lukman Alkatiri misalnya, mengakui adanya keterpaduan langkah antara pemerintah dengan kalangan dunia usaha seperti Fahaltex. Salah satu produk UKM berupa sarung goyor yang diminati pengunjung ekspo itu agaknya memang menemukan kecocokan dengan selera orang Arab.

"Insya Allah, ini momen bagus untuk membuka jalan pasar bagi produk kami di Saudi," kata pengusaha asal Tegal itu.

Pria humoris berjambang lebat itu memang dinamis dan luwes menghadapi konsumen. Dia, seperti juga peserta ekspo yang lain, paham benar menjadi bagian dari tim promosi Jawa Tengah yang berjuang membuka akses ke Jeddah.

"Kami tentu berterima kasih bisa menjadi bagian dari tim ini, dan saya merasakan misi kami di Jeddah sukses," kata Fahmi.


(Red/CN30/SM Network)