• KANAL BERITA

Bupati Batang Prihatin Angka Kematian Ibu Melahirkan Meningkat

Bupati Batang Wihaji ketika berdialog dengan para bidan desa. (Foto: suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
Bupati Batang Wihaji ketika berdialog dengan para bidan desa. (Foto: suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG,suaramerdeka.com – Bupati Batang Wihaji menyatakan rasa prihatin sehubungan dengan angka kematian ibu melahirkan cukup tinggi.

"Hingga hari ini sudah ada 19 orang yang meninggal dunia karena melahirkan. Untuk angka kematian bayi 111 anak, dan angka stunting 25,41persen. Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin (2017) hanya 16 orang ibu yang meninggal karena melahirkan. Adanya peningkatan ini, saya ingin tahu permasalahannya ada di mana," kata Wihaji saat bertemu dengan bidan desa di Pendopo Kantor Bupati setempat Jumat (30/11).

Prihatin dengan angka kematian ibu melahirkan yang cukup tinggi, Bupati Wihaji lalu memanggil 250 bidan desa, untuk mengetahui faktor penyebab masalah tersebut.

Menurut Wihaji, di Kabupaten Batang hampir semua desa sudah memiliki bidan. Karena hampir permasalahan kesehatan masyarakat desa larinya ke bidan, sehingga maju mundurnya kesehatan berada di tangan bidan.

"Kita harus punya data orang hamil yang jelas untuk menyukseskan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Maka sebagai ikhtiar kita untuk lebih intensif dalam mendampingi ibu hamil agar tidak kekurangan gizi untuk segera melakukan tindakan apabila memiliki kelainan kehamilan," Kata Wihaji.

Dikatakan pula, profesi bidan sangat mulia dan memiliki tugas berat untuk menyelamatkan orang dengan segala permasalahannya. “Layani pasien dengan hati dan layani sesuai standar operasional prosedur yang dijalankan. Setelah tandatangan menjadi Bidan Aparatur Sipil Negara dan sudah disumpah jabatan, maka kita harus mengikuti aturan yang siap menjalankan tugas di manapun dengan penuh tanggung jawab,” tandas Bupati.

Bupati juga meminta kepada bidan desa untuk ikut meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM), yang satu indikatornya adanya peningkatan kesehatan yaitu angka harapan hidup.

"Bidan juga harus ikut berperan aktif dalam menyadarkan masyarakat dalam Open Defecation Free (ODF) atau buang air besar sembarangan, karena kita juga punya program jambanisasi," sebut Wihaji.


(Kasirin Umar/CN41/SM Network)