• KANAL BERITA

Penumpang Bandara Keluhkan Pelayanan BST

GM Bandara Adi Soemarmo Solo Abdullah Usman mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau penyelesaian pembangunan stasiun kereta bandara, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
GM Bandara Adi Soemarmo Solo Abdullah Usman mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau penyelesaian pembangunan stasiun kereta bandara, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - General Manager (GM) Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Abdullah Usman, berharap pengelolaan Batik Solo Trans (BST) makin profesional setelah diserahkan Pemkot Surakarta dari Perum Damri. Selama ini penumpang bandara mengeluhkan pelayanan BST.

Usman mengingatkan, angkutan BST itu tidak seperti angkutan truk asal antar barang dan sampai tujuan. Dalam mengantar penumpang, BST mestinya memberi jaminan ketepatan waktu, kenyamanan, dan tidak asal berhenti di jalanan.

"Inilah yang selama ini dikeluhkan para penumpang pesawat yang hendak melanjutkan perjalanan darat ke tujuan. Karena tidak ada kepastian, penumpang akhirnya memilih jenis angkutan lainnya," kata Usman.

Dengan pengolaan profesional, kata Usman, diharapkan lebih banyak penumpang memanfaatkan BST. Dengan pengelolaan profesional, Usman yakin pengoperasian kereta bandara akan mendongkrak penumpang pesawat di bandara Solo. Seperti pesawat, perjalanan kereta api harus tepat waktu.

"Kita lihat saja, moda transpotasi kereta api di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta memberi kepastian waktu. Sehingga memberi kepercayaan pada penumpang. Demikian Trans Jakarta berhenti di bandara memberi kepastian waktu," tandasnya.


(Langgeng Widodo/CN40/SM Network)