• KANAL BERITA

Pembuatan Vaksin Halal Terus Diakselerasi

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Produsen Bio Farma mendapatkan dukungan dan kesiapan bantuan dari Badan POM untuk segera mempercepat pembuatan vaksin halal termasuk dalam pembentukan kelompok kerja khusus.

Langkah itu seiring dengan akselerasi yang dilakukan BUMN farmasi tersebut dengan melakukan kolaborasi di antaranya dengan produsen asal Timteng dan Afrika.

Menurut Dirut Bio Farma, M Rahman Roestan, secara bertahap pihaknya akan membantu proses downstream pembuatan vaksin untuk salah satu perusahaan di Arab Saudi. Selaras dengan itu, untuk bidang penelitian, Bio Farma akan menggandeng Tunisia dan Maroko.

"Karena kami melihat negara OIC (Organisasi Kerjasama Islam) memiliki potensial researcher, dalam bidang bioteknologi, sehingga diharapkan vaksin yang sesuai dengan syariah Islam dapat ditemukan”, ujar Rahman dalam keterangan, Kamis (28/11).

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari mengatakan bahwa persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah faktor keamanan, keampuhan dan keefektifan vaksin yang diproduksi.

Dalam kaitan itu, pabrik vaksin yang berbasis di Bandung itu membentuk kelompok kerja yang khusus mengerjakan proyek pembuatan vaksin halal sejak 2010. "Bio Farma membentuk kelompok kerja ini untuk mengawal proses mendapatkan sertifikat halal yang terdiri dari tim teknis dan no teknis," katanya.

Untuk bantuan Badan POM, hal itu terkait dengan kerjasama Badan-badan POM negara Islam lainnya guna sama-sama dapat menggolkan vaksin yang bersertifikasi halal.

"Pembentukan working group antara Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) ini untuk menyamakan pemahaman mengenai kriteria vaksin halal," jelas Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito di sela-sela kunjungan ke Bio Farma.

Sebelumnya, dalam pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Otoritas Medis dan Regulator negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tempo hari telah menghasilkan Deklarasi Jakarta.

Isinya di antaranya berupa komitmen bersama untuk mewujudkan kemandirian dalam bidang produksi obat dan vaksin dan juga akses untuk mendapatkannya, hingga penelitian dan pengembangan vaksin dan obat-obatan untuk penyakit menukar dan penyakit tidak menular di negara berkembang.


(Setiady Dwi/CN41/SM Network)