• KANAL BERITA

KSOP Minta Dukungan Stakeholder di Tanjung Emas

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang, meminta dukungan penuh stakeholder di Pelabuhan Tanjung Emas. Tujuannya agar implementasi sistem pelayanan barang dan penumpang angkutan laut berbasis boarding pass yang baru saja di luncurkan di Pelabuhan Tanjung Emas pada Sabtu (24/11) dapat berjalan dengan baik.

"Mminta peran serta para CEO regional Jateng PT. Pelindo III selaku operator pelabuhan Tanjung Emas, para operator kapal penumpang dan Roro, serta para stakeholder untuk memberikan dukungan penuh baik dari aspek sarana prasarana, sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan," kata Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas.

Bentuk dukungan setelah dibukanya boarding pass penumpang, label bagasi atau baggage tag, dan informasi kapal yang terjadwal, pihaknya berharap pengamanan dan pengaturan cargo penumpang dan muatan, ruang bagasi, TKBM pengangkut dan juga petugas pengawas bagasi serta proses pengangkutan juga dibenahi.

Lebih lanjut Ahmad Wahid memaparkan, truk yang masuk ke Kapal Roro pun harus siap dengan sistem pelayanan baru itu. Truk harus memiliki cargo manifest dan surat pernyataan tidak memuat barang berbahaya dari operator kapal.

"Hal ini perlu untuk mencegah kejadian kecelakaan kapal yang disebabkan oleh tidak dilengkapinya prasyarat jenis muatan truk yang naik ke kapal roro. Sistem ini juga memuat tentang berat kendaraan yang dimuat di atas kapal, agar stabilitas kapal bisa dipenuhi," katanya.

Wahid berharap, agar dengan adanya penerapan sistem ini dapat meningkatkan kualitas keselamatan dan keamanan, pelayaran serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Jadi, ke depan Pelabuhan Tanjung Emas dapat menjadi Pelabuhan modern dengan kelas dunia. Sebelumnya, dalam peresmian penerapan sistem pelayanan barang dan penumpang angkutan laut berbasis boarding pass di Pelabuhan Tanjung Emas sejumlah pihak terkait hadir.

Di antaranya, para Direktur di lingkungan Direktorat jenderal Perhubungan Laut, para Kepala Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Hubla di wilayah DKI dan Jawa tengah, para kepala Operator di pelabuhan dan kapal, para ketua Asosiasi dan juga para Kepala Terminal Khusus di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.


(Diaz Abidin/CN26/SM Network)