• KANAL BERITA

Pemkot Sodorkan Parkir Off Street

TEPI JALAN : Sejumlah mobil diparkir di lahan parkir di tepi jalan (off street) Benteng Vastenburg, Jumat (23/11). (Foto suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)
TEPI JALAN : Sejumlah mobil diparkir di lahan parkir di tepi jalan (off street) Benteng Vastenburg, Jumat (23/11). (Foto suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)

SOLO, suaramerdeka.com - Seiring rencana peningkatan zona parkir di hampir seluruh lokasi parkir on street di Kota Solo mulai 1 Januari 2019, Pemkot menyodorkan alternatif lokasi parkir pengganti berupa lahan parkir off street kepada pengguna jasa parkir.

Pemanfaatan lahan parkir off street itu dianggap mampu mengendalikan aktivitas parkir tepi jalan, yang berpotensi menambah kesemrawutan lalu lintas. Pemkot mempersilakan masyarakat memanfaatkan lahan parkir off street yang sudah tersedia di berbagai lokasi.

‘’Seperti Jalan Mayor Kusmanto, basement Pasar Klewer, halaman Benteng Vastenburg, pelataran parkir Pasar Singosaren, dan sebagainya," kata Kasi Parkir Umum dan Khusus Dinas Perhubungan (Dishub) Henry Satya Negara, Jumat (23/11).

Menurut Henry, tarif parkir di sebagian besar pelataran atau taman parkir itu relatif lebih murah dibanding parkir tepi jalan. Sesuai peraturan, tarif parkir <I>on street<P> dihitung progresif dan berlaku kelipatannya per jam.

"Dalam jangka panjang, kami memang ingin mengurangi penggunaan lahan parkir on street. Juga membiasakan masyarakat menggunakan transportasi publik. Dengan demikian tingkat kemacetan bisa ditekan."

Untuk diketahui, Pemkot mengumumkan peningkatan zona parkir di hampir seluruh lokasi parkir on street di Kota Solo. Mulai awal tahun depan, sebanyak 16 ruas jalan bakal menerapkan zona C sebagai zona parkir tertinggi di Kota Bengawan. Tarif parkir pun menyesuaikan zona baru.

Sosialisasi peningkatan zona itu sudah dilakukan Pemkot kepada pemangku kepentingan terkait, pekan lalu. "Tapi intinya kami hanya menaikkan Zona D menjadi Zona C, Zona E menjadi Zona D, serta menerapkan zona E untuk lokasi di luar kedua zona lainnya," tegas Henry.

Kabid Perparkiran Dishub, M Usman menambahkan, peningkatan zona parkir itu didasari sejumlah pertimbangan. Aktivitas parkir di berbagai lokasi parkir on street saat ini sudah bertambah padat, sehingga perlu dikendalikan. Peningkatan zona parkir adalah strategi jangka pendek pengendalian parkir itu.

‘’Selain itu regulasi tarif parkir yang diatur Perwali Nomor 16/2011 Tentang Zona Parkir di Tepi Jalan Umum belum ditinjau ulang sejak aturan itu diterapkan. Padahal idealnya evaluasi dilakukan setiap tiga tahun sekali," urai Usman.


(Agustinus Ariawan/CN19/SM Network)