• KANAL BERITA

Target Produksi Tidak Realistis, Pembenahan Data Jagung Wajib Dilakukan

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi mengatakan, tidak realistisnya target produksi jagung disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah cara penghitungan proyeksi target. Selama ini, pemerintah menghitung proyeksi hanya didasarkan pada potensi benih jagung yang dikalikan luas lahan.

Sementara itu, variabel lainnya tidak diikutsertakan yaitu produksi panen yang tercecer saat proses distribusi atau pengangkutan dan produksi panen yang tidak memenuhi standar atau busuk. Selain cara penghitungan yang kurang tepat, kurangnya keberadaan mesin-mesin pengering jagung juga memengaruhi produksi jagung.

Padahal mesin pengering jagung memiliki kontribusi besar dalam mengurangi kadar air (KA) pada jagung. Dengan adanya mesin pengering, petani tidak perlu mengeringkan jagung di bawah terik matahari, mesin pengering juga akan sangat membantu petani saat musim hujan. "Kadar air pada jagung akan memengaruhi harga jagung itu sendiri. Semakin kecil kadar airnya, maka akan semakin tinggi harga yang diberikan sekaligus memperpanjang daya tahan jagung saat disimpan," jelasnya.

Selain itu, lebih dari 45 persen komponen pakan ayam adalah jagung, maka jagung dengan kadar air yang rendah juga akan berkualitas lebih baik daripada yang memiliki kadar air tinggi. Kadar air pada jagung yang tidak dikeringkan dengan mesin pengering bisa lebih dari 17 KA. Sementara itu kadar air dari jagung yang sudah dikeringkan dengan mesin pengering bisa mencapai 14 KA.

Pemerintah kembali membuka keran impor jagung sebesar 100 ribu ton akhir tahun ini berdasarkan usulan dari Kementerian Pertanian (Kementan). Padahal, sebelumnya produksi jagung nasional diklaim surplus besar, bahkan mampu ekspor ratusan ribu ton. Tidak sesuainya data produksi dan kenaikan harga jagung menyebabkan polemik mengenai keputusan impor yang diambil Kementan. Untuk itu, Hizkia menilai pembenahan data jagung juga penting dilakukan.

"Sebagai salah satu bahan pangan strategis, pembenahan data jagung sangat penting dilakukan. Keberadaan jagung sebagai komponen utama pakan ternak ayam akan sangat memengaruhi harga ayam dan juga telur, keduanya adalah protein yang banyak dikonsumsi masyarakat. Sebagai dasar pengambilan kebijakan, pembenahan juga sangat penting supaya kebijakan diambil mencerminkan kebutuhan pasar," tegas Hizkia.

Pembenahan data tidak hanya penting sebagai dasar pengambilan kebijakan impor, tapi juga kebijakan lain, seperti subsidi. Kementan seharusnya bisa mengevaluasi bentuk subsidi yang sudah diberikan selama ini. Jika setelah koreksi data terbukti bahwa produksi jagung tidak sebanyak yang dilaporkan oleh Kementan, maka Kementan harus mengubah mekanisme subsidi yang diberlakukan saat ini.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)