• KANAL BERITA

Desain Mural, Penanda Kawasan Manahan

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SOLO, suaramerdeka.com - Desain lukisan di dinding jalan layang Manahan bakal disesuaikan dengan karakter kawasan setempat, sekaligus sebagai penanda atau indentitas di wilayah tersebut. Saat ini kawasan Manahan ini menjadi kawasan olahraga, budaya dan kawasan kreasi anak muda.

"Kawasan Manahan ini sekarang sudah berkembang. Selain menjadi kawasan olahraga, kawasan ini juga menjadi kawasan budaya dan kawasan kreatif. Khususnya bagi anak muda," ungkap Direktur Mewarnai Indonesia Mural Company, Irul Hidayat, Rabu (21/11).

Irul, produser dan art director mural tersebut menambahkan, perkembangan kawasan Manahan bakal direpresentasikan para muralis dengan desain khusus di dinding utara jalan layang.

"Di sana akan ada perpaduan konsep mural terkait sejarah olahraga di Solo, keragaman budaya, serta figur tokoh kekinian asal Solo. Tokoh itu harus mampu merepresentasikan kemegahan sejarah olahraga Kota Solo, karena Manahan merupakan kawasan olahraga dan Pekan Olahraga Nasional (PON) I digelar di kota ini," jelasnya.

Selain tokoh olahraga, mural tokoh budaya atau pujangga disiapkan di dinding sisi utara. "Prinsipnya, tokoh itu selama ini sudah berkontribusi bagi masyarakat dan Kota Solo. Kami sedang meriset dan meminta pendapat publik serta pakar, baik dari komunitas sejarah, sejarawan mau pun budayawan. Yang jelas, nantinya figur-figur kontemporer itu akan di-mix<P> dan ditampilkan lebih fresh serta imajinatif khas anak muda," urai Irul.

Ada pun di dinding jalan layang sisi barat dan timur, akan ditampilkan desain mural yang diangkat dari kisah Ramayana dan Pandawa. Pembuatan mural diselesaikan hingga 20 Desember. Pekerjaan dilembur siang malam, meski pun kebanyakan dikerjakan malam hari.

"Konsep umum mural yang diusung adalah kecepatan dan kelancaran arus. Secara visual, abstraksi garis, bidang dan warna akan mendominasi. Kemudian kami juga menambahkan objek dan figur. Sehingga mampu menjadi narasi dan menguatkan identitas Solo," ujarnya.

Sementara itu pemkot menyebut hiasan di dinding jalan layang mampu menghindarkan kesan kaku terhadap konstruksi bangunan tersebut. ‘’Hiasan ini lebih condong kepada estetika. Biar overpass tidak terkesan kosong saat dilihat," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Endah Sitaresmi Suryandari.


(Agustinus Ariawan/CN40/SM Network)