• KANAL BERITA

Antisipasi Banjir, Masyarakat Jangan Buang Sampah di Sungai

Plt Kepaka Dinas PU Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jateng, Ir Lukito (memegang mike, no 2 dari kiri) sebagai pembicara di Diskusi Prime Topic di Hotel Muria Semarang. (Foto suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)
Plt Kepaka Dinas PU Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jateng, Ir Lukito (memegang mike, no 2 dari kiri) sebagai pembicara di Diskusi Prime Topic di Hotel Muria Semarang. (Foto suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Banjir seolah menjadi persoalan klasik yang sulit diatasi. Menurut Plt Kepala Dinas PU Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jateng, Ir Lukito, persoalan banjir tidak melulu pada curah hujan dan kondisi daerah aliran sungai (DAS). Tetapi bisa juga yang menjadi penyebab adalah faktor klasik, yaitu sampah.

"Seperti yang terjadi di Bendung Guntur, Kabupaten Demak, jika curah hujan tinggi, di bendung tersebut terjadi bloking karena sampah di sungai. Sehingga menyebabkan air melimpas ke sekitarnya," jelas Lukito, di acara Diskusi Prime Topic yang digelar MNC Trijaya FM Semarang, dengan tema: Siaga Musim Hujan, di Hotel Muria Semarang, Rabu (21/11).

Terkait antisipasi banjir dan longsor, Lukito mengatakan, bahwa pihaknya telah menginventarisasi tanggul-tanggul kritis, termasuk mobilisasi masyarakat agar mendapat bantuan antisipasi bencana seperti penyiapan 12 excavator, pompa penyedot air banjir.

"Bahkan di daerah langganan rob, sudah dipasang pompa untuk menguras genangan rob tersebut," tandasnya.


(Nugroho Wahyu Utomo/CN19/SM Network)