• KANAL BERITA

Penggunaan Dana Program Guyub RW Diharapkan Sesuai Aturan

Para pengurus RW se salatiga antusias mengikuti sosialisasi  program Gugur gunung nyengkuyung mbangun rukun warga (Guyub RW) di Balai Kota, Senin (19/11). (suaramerdeka.com/Moch Kundori)
Para pengurus RW se salatiga antusias mengikuti sosialisasi program Gugur gunung nyengkuyung mbangun rukun warga (Guyub RW) di Balai Kota, Senin (19/11). (suaramerdeka.com/Moch Kundori)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, berpesan kepada para pengurus Rukun Warga (RW) agar sesuai aturan dalam penggunaan dana program Gugur gunung nyengkuyung mbangun rukun warga (Guyub RW) yang diterimakan tahun depan. Setiap RW nantinya akan mendapatkan Rp 50 juta dana dari pemerintah.

"Pelaksanaan program Guyub RW di kota Salatiga harus dilaksanakan dengan baik. Karena tidak hanya tepat sasaran, namun  pengerjaannya harus sesuai aturan," kata Yuliyanto, saat membuka sosialisasi program guyub RW bagi RW di seluruh kota Salatiga di Aula Kaloka, Lantai IV, Gedung Setda Kota Salatiga, Senin (19/11).

Ditambahkan Yuliyanto, program Guyub RW ini merupakan salah satu janji dirinya dan wakil wali kota saat berkampanye Pilwakot 2017. Saat ini, SK tentang Guyub RW itu sudah selesai dibuat, tinggal implementasinya nanti bagaimana.

"Saya harap pengalokasian dan peruntukannya bisa tepat sasaran dan taat aturan. Program Guyub RW merupakan salah satu program untuk mengentaskan kemiskinan. Pelaksanaan program didalamnya harus disertai kerja sama yang baik untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan turut andil dalam pembangunan," tandasnya.

Wali Kota menyebut, untuk menyongsong program ini, Pemkot telah menyiapkan Rp 9-10 miliar tiap tahun. Dirinya berharap bahwa di lima tahun ke depan angka kemiskinan kota bisa turun lagi ke angka dua atau empat persen dari sekarang sebesar 5,17 persen. Sehingga dukungan dari masyarakat sangat diperlukan.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Salatiga ini mengharapkan bantuan dana ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Peruntukannya bebas dalam penggunaan dana itu. Ia menyebutkan, dana bisa digunakan misalnya untuk pengadaan tratak, perbaikan poskamling, pengecetan, betonisasi, dan penambahan fasilitas-fasilitas lainnya di lingkungan RW masing-masing.

"Kalau dulu mau memperbaiki pos kampling saja sulit, mau beli tenda tidak bisa, beli sound system belum bisa. Saya harap dengan program ini bisa dilakukan dengan benar, karena tim audit dari Inspektorat akan memeriksa agar tidak terjadi kekeliruan dalam pelaksanaanya," tuturnya.

Program Guyub RW ini, kata dia, diharapkan mendongkrak peran serta aktif dan keterlibatan masyarakat secara langsung. Yaitu dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan di lingkungannya serta memelihara hasil dan fungsinya.


(Moch Kundori/CN40/SM Network)