• KANAL BERITA

Genjot Potensi Wisata, Pemkab Rembang Belajar ke Pujon Kidul

Perwakilan Kabupaten Rembang berpose bersama dengan Kades Pujon Kidul Kecamatan Pujon Malang, di Kafe Sawah, yang menjadi daya tarik utama pariwisata di sana. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Perwakilan Kabupaten Rembang berpose bersama dengan Kades Pujon Kidul Kecamatan Pujon Malang, di Kafe Sawah, yang menjadi daya tarik utama pariwisata di sana. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com - Pemkab Rembang makin serius menggenjot potensi wisata lokal yang ada. salah satu langkahnya adalah, Pemkab Rembang mengirimkan delegasi pejabat terkait ke desa wisata Pujon Kidul Kecamatan Pujo Malang, Sabtu (17/11). Di sana, pejabat Setda yang dipimpin Asisten III Setda Rembang, Noor Efendi, dan Kabag Humas, Kukuh Purwasana, belajar bagaimana pengelolaan potensi wisata desa menjadi komoditas utama penggerak ekonomi.

Rombongan melihat langsung bagaimana Pemerintah Desa Pujon Kidul memadukan pitensi alam dan sumber daya manusia menjadi potensi bisnis yang menjanjikan. Rombongan diajak melihat langsung beberapa unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dikembangkan di sana, salah satunya Kafe Sawah.

“Dari Kades Pujon Kidul kami mendapatkan sejumlah paparan soal asal mula terbentuknya Desa Pujon Kidul ini sebagai desa wisata yang menjanjikan. Kami berharap bisa mempraktikan semua itu di Rembang,” terang Asisten III Setda Rembang, Noor Efendi.

Menurut Efendi, banyak gagasan yang muncul dari kunjungan Pemkab ke Pujon Kidul. Salah satunya adalah pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan menyeluruh. “Kadesnya cekatan luar biasa. Masyarakat meski pun secara perlahan, namun juga bisa diarahkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kades Pujon Kidul, Udi Hartopo memaparkan, wisata di desanya mulai dirintis sejak tahun 2011 dan benar-benar berkembang pada 2016. Awalnya, desa mengandalkan dana desa membangun sejumlah fasilitas dan selanjutnya didukung dengan anggaran dari Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Setelah SDM, kami merubah konsep pemikiran masyarakat. Kemudian kami menuju pembangunan secara fisik. Kami awali dari suplai air bersih yang memadahi terlebih dahulu, juga soal pengelolaan sampah,” tandasnya.


(Ilyas al-Musthofa/CN40/SM Network)