• KANAL BERITA

Perusahaan Garmen dan Industri Sepatu Butuh 30 Ribu Naker

Sejumlah peserta dilatih menjahit dengan mesin jahit high speed di Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) Disperindag Provinsi Jawa Tengah, Rabu (15/11). (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
Sejumlah peserta dilatih menjahit dengan mesin jahit high speed di Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) Disperindag Provinsi Jawa Tengah, Rabu (15/11). (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) Disperindag Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan SDM bidang industri garmen dan sepatu. Hal ini untuk menjawab kebutuhan sektor teksil dan produk tekstil (TPT) yang terus meningkat.

Kepala BIPTAK Disperindag Provinsi Jawa Tengah, Sigid Adi Brata mengatakan, sektor TPT di Jateng masih membutuhkan sumber daya manusia (SDM) mencapai 20 ribu orang. Ini karena banyaknya pabrik garmen yang terus tumbuh di Jawa Tengah, di mana pengusaha masih memandang UMR/UMK masih relatif terjangkau.

''Di sektor industri garmen masih membutuhkan operator 20 ribu orang sedangkan di sektor industri sepatu membutuhkan operator sebanyak 10 ribu orang. Untuk itu kami terus meningkatkan SDM untuk dilatih dan ditempatkan pada perusahaan yang telah bekerja sama dengan BIPTAK,'' papar Sigid, usai penandatangan kerja sama dengan perusahaan garmen dan sepatu di gedung BIPTAK Disperindag Provinsi Jawa Tengah, Jalan Tambak Aji, Rabu (15/11).

Pihaknya memaparkan dalam mendukung program pemerintah, dalam mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan telah melatih 1.500 operator jahit garmen dan sepatu sampai akhir tahun ini. Mereka selama 20 (dua puluh) hari kalender diberi pelatihan, alat, dan bahan praktek serta mendapatkan sertifikat kompetensi standar industri. Jumlah peserta pelatihan terus ditambah.

''Tahun 2019 BIPTAK mempunyai kegiaatan pelatihan dan penempatan tenaga kerja khususnya operator garmen dan sepatu sebanyak 2.000 orang peserta. Dan nantinya peserta yang telah selesai mengikuti pelatihan akan ditempatkan di perusahaan garmen yang telah bekerja sama dengan BIPTAK khususnya di wilayah Jawa Tengah,'' terang Sigid.

Dalam kesempatan itu pula BIPTAK Disperindag Jateng telah menandatangai kerjasama atau MoU dengan tiga perusahaan sepatu, yaitu PT Pelita Tomangmas, PT Parklang World Indonesia dan PT Adco Pakis Mas. Sedangkan perusahaan garmen menggandeng PT Tupai Adi Mas, PT MGM, PT Gagaglo, PT High Fashion, PT BBI dan PT Golden Flower.


(Irawan Aryanto/CN40/SM Network)