• KANAL BERITA

Kemenristek Dikti Serahkan 10 Ton Benih Padi IPB 3S

Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menyerahkan bantuan benih padi varietas IPB 3S kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupatan Pekalongan, Batang dan Pemalang.

Bantuan diserahkan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti, Jumain Appe didampingi Anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti Poernomo di sela-sela Bimbingan Teknis  IPB 3S Program Pengembangan Industri Benih Padi IP3 3S di Aula Gedung C Universitas Pekalongan (Unikal), Kamis (15/11).

Jumain Appe mengatakan, varietas padi yang diciptakan tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut  produktivitasnya rata-rata 7 hingga 8 ton perhektare. Namun jika mengikuti sistem pertanian yang tepat, produktivitasnya bisa mencapai 10 ton perhektare.

Ia berharap, inovasi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani. “Inovasi diciptakan untuk memberikan perubahan yang lebih baik. Saya berharap, dengan bibit unggul IPB 3S ini ada perbaikan pertanian yang sudah ada. Jika selama ini produksi padi rata-rata hanya 5 ton perhektare, bisa mengubah produksinya menjadi rata-rata  7 hingga 8 ton perhektare,” harapnya.

Agar para petani yang menerima bantuan benih tersebut bisa memanfaatkan benih dan mendapatkan  hasil yang baik, tim IPB didatangkan ke Unikal untuk memberikan bimbingan teknis (bintek).

Kemenristek Dikti juga menyerahkan hasil-hasil penelitian dan pengembangan Ristek Dikti. Di antaranya lampu tenaga surya dan mesin penjernih air yang pendampingannya  akan dikerjasamakan dengan mahasiswa Unikal. Selain itu juga diserahkan alat penunjang pembuatan pelet ikan program penerapan teknologi tepat guna berbasis maggot fab lemna minor kepada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Kota Pekalongan.

Sementara itu, Marlinda meminta kepada para Gapoktan penerima bantuan untuk memanfaatkan dan mengelola bantuan tersebut dengan baik. Dikatakan dia, tahun 2017 petani juga menerima bantuan, tapi tidak dikelola dengan baik.

“Saya merasa berdosa jika bantuan program tidak tepat sasaran, tidak ada manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat. Maka, tahun ini bekerja sama dengan Unikal. Nanti, petani yang tergabung dalam Gapoktan ada pendampingan dari Fakultas Pertanian Unikal. Sehingga kalau ada permasalahan, mereka bisa mendiskusikannya,” paparnya.


(Isnawati/CN41/SM Network)