• KANAL BERITA

Politik Saling Sindir, Gus Romy: Ada Aksi Pasti Ada Reaksi

Muhammad Romahurmuziy (Foto suaramerdeka.com/Ryan Rachman)
Muhammad Romahurmuziy (Foto suaramerdeka.com/Ryan Rachman)

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy mengatakan, politik saling sindir antara dua kubu calon presiden (capres) karena salah satu kubu ada yang memulai. Dia berharap hal-hal seperti itu tidak dilakukan oleh masing-masing tim pemenangan.

"Kalau kemudian mengapa pak Jokowi bilang politik sontoloyo, politik genderuwo, itu karena bagian sana (lawan) yang memulai. Itu karena pihak sini bereaksi. Adanya reaksi pasti karena ada aksi," katanya saat berkunjung ke Purbalingga, Rabu (14/11).

Menurutnya, pihak lawan politik Jokowi-Maaruf Amin memulai dengan strategi “propaganda kebohongan”. Teknik ini saat ini dipancarkan secara terus-menerus dan berulang-ulang.  

Gus Rommy menjelaskan sejumlah ciri propaganda kebohongan yaitu dilakukan secara masif, volumenya tinggi, multi-channel yang mengeroyok bersama-sama. Ciri lain yaitu cepat dan berulang-ulang serta tidak punya konsistensi.

"Ketika ada yang bilang tempe setipis ATM, ternyata tempe tidak setipis ATM. Mereka tidak perlu melakukan klarifikasi karena itu memang seperti itu. Yang penting sudah mengganggu dulu memori orang ,” katanya.

Ciri lain yaitu tidak ada keselarasan dengan kenyataan. Misalnya saat Prabowo menyampaikan bahwa tahun 2030 Indonesia akan hancur itu juga tidak mungkin. Selain itu Prabowo juga menegaskan bahwa jika dia jadi presiden maka tidak akan ada impor. Hal ini juga tidak mungkin. Saat ini tidak ada negara di dunia yang tidak melakukan impor.

"Kami berharap lawan politik Jokowi untuk melakukan kampanye bermartabat. Sehingga masyarakat tidak tenggelam dalam degradasi pada kontestasi politik," katanya.

Di sisi lain, cyber army PPP tengah bekerja mulai dari analisis data, membuat konten dan memancarkannya dengan <I>tone<P> kampanye positif. Hal itu untuk menangkis isu atau hal-hal yang difitnahkan pada Jokowi-Ma'ruf Amin. Juga memberikan konten positif apa yang telah dilakukan Jokowi-Ma'ruf Amin. 


(Ryan Rachman/CN19/SM Network)