• KANAL BERITA

Polsek Weleri Ringkus Dua Pencuri Motor dan Tiga Penadah

Kapolsek Weleri, AKP Abdullah Umar, meminta keterangan kepada pelaku pencurian motor dalam gelar perkara di Mapolsek Weleri. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)
Kapolsek Weleri, AKP Abdullah Umar, meminta keterangan kepada pelaku pencurian motor dalam gelar perkara di Mapolsek Weleri. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)

KENDAL, suaramerdeka.com – Satreskrim Polsek Weleri meringkus dua orang pencuri motor dan tiga orang yang diduga sebagai penadah. Dua pencuri adalah Masrokan dan Eko Adi warga Desa Nawangsari, Weleri, Kendal. Sementara tiga orang yang diduga sebagai penadah yakni Erwin, Nur Fatoni, dan Andika.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan dua barang bukti, yakni Honda Beat H-6297-AJD milik korban yakni Daryanto warga Desa Sambongsari, Weleri dan Honda Beat H-6458-WU milik Eko Adi yang digunakan untuk melakukan pencurian.

Kapolsek Weleri, AKP Abdullah Umar mengatakan, terbongkarnya kasus itu setelah polisi menerima laporan dari korban yang kehilangan sepeda motor. ‘’Modus tersangka dengan memanfaatkan kelengahan korban yang memarkir sepeda motor di halaman rumah tanpa dikunci setang,’’ kata Abdullah Umar, dalam gelar perkara di Mapolsek Weleri, Selasa (13/11).

Polisi yang menerima laporan, melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan Andika yang diduga sebagai penadah berikut barang buktinya. Dari keterangan Andikan, petugas berhasil mengamankan empat orang lainnya, termasuk dua pelaku pencurian.

‘’Dua pencuri menjual motor curian melalui sosial media kepada Erwin senilai Rp 2.600.000,-. Kemudian oleh Erwin motor itu dibarter dengan Suzuki Satria FU kepada Nur Fatoni. Nur Fatoni kembali membarter motor curian dengan Yamaha RX King kepada Andika,’’ terangnya.

Tersangka Masrokan mengaku, dirinya bersama Eko berboncengan sepeda motor berkeliling di Sambongsari. Mereka kemudian melihat sepeda motor terpakir di halaman rumah. Ketika didekati, motor tidak dikunci setang. ‘’Motor yang mengambil Eko dan saya jual Rp 2,6 juta. Uang hasil penjualan kami gunakan untuk bersenang-senang,’’ tuturnya.

Tersangka Erwin menyatakan, ia beli motor itu melalui online. Dia sempat bertanya motornya bermasalah atau tidak. Pelaku mengaku motor itu miliknya dan dijual karena beralasan membutuhkan uang. ‘’Sebelumnya sudah saya tanyakan motor itu bermasalah atau tidak. Katanya motor milik sendiri, sehingga saya percaya. Namun, ternyata justru motor hasil curian,’’ kata dia.

Tersangka pencurian dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara dan tiga orang lainnya dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.


(Rosyid Ridho/CN40/SM Network)