• KANAL BERITA

Kemudahan Pendirian Prodi Baru Baru Dukung Penciptaan SDM Hadapi Industri 4.0

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kemudahan persyaratan pendirian program studi baru sangat baik untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kapabilitas yang dibutuhkan dalam era industri 4.0. Namun, hal ini sebaiknya perlu diperhatikan agar tidak berdampak pada penambahan jumlah institusi Perguruan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Pemerintah ingin mengurangi jumlah PTS melalui merger yang ditargetkan selesai di 2019 mendatang.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro mengatakan, jangan sampai kemudahan perizinan pendirian program studi baru ini malah menambah jumlah PTS. Ada baiknya jika kemudahan persyaratan untuk pendirian program studi baru ini hanya dapat berlaku bagi PTS yang sudah mapan dan tidak berlaku bagi PTS yang baru akan didirikan. Dengan adanya pengecualian ini, pertumbuhan jumlah PTS dapat ditekan sehingga target untuk menggabungkan PTS bisa tercapai.

"Lebih baik lagi, saya melihat kemudahan perizinan prodi ini bisa jadi kesempatan pemerintah untuk merealisasikan target pengurangan jumlah PTS di Indonesia. Kemudahan perizinan program studi ini kan berlaku kalau program studi yang diajukan sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul bagi kebutuhan industri 4.0," terang Pandu.

Beberapa program studi yang dimaksud seperti Teknologi Informasi (TI) dan artificial intelligence (AI). Para lulusan program studi ini diprediksi akan sangat dibutuhkan seiring perkembangan zaman dan kemajuan industri. PTS tentu memiliki ketertarikan untuk mendirikan program studi seperti ini karena relevan dengan kebutuhan industri dan juga karena adanya jumlah peminat yang banyak.

"Di salah satu bagian perizinan program studi yang baru ini mungkin dapat disusun bagian khusus yang mengatur mengenai pendirian program studi IT dan AI. Misalnya PTS dapat mendirikan program studi tersebut kalau mereka bersedia melakukan merger dengan PTS lain. Hal ini tentu akan sangat membantu target pemerintah terkait merger PTS tercapai," urai Pandu.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)