• KANAL BERITA

Lagi, Bahan Baku PDAM Surakarta Tercemar

foto: suaramerdeka.com/dok
foto: suaramerdeka.com/dok

SOLO, suaramerdeka.com - Bahan baku pengolahan air Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Surakarta kembali tercemar. Padahal dua hari sebelumnya, air sudah mengalir jernih dan telah didistribusikan ke rumah pelanggan. Saat ini Intalasi Pengolahan Air (IPA) Jurug dan Jebres kembali dinonaktifkan

Staf Bidang Produksi IPA Jebres-Jurug, Budi Setiawan, mengaku tak tahu persis sejak kapan air baku (air Sungai Bengawan Solo) kembali tercemar. "Ketika kami sampai di IPA Jurug,  kondisi air baku sudah berubah warna menjadi hitam dan berbau menyengat," ujarnya, Kamis (8/11).

Budi menuturkan, pihaknya sudah melakukan langkah standar.Yaitu memasukkan air baku kedalam tangki yang berisi lumpur untuk mengikat kotoran. Namun hasilnya nihil, tak ada perubahan. "Tidak sesuai dengan baku mutu yang ditentukan,  setelah itu saya mengabari kantor cabang,dan diperintahkan untuk tidak beroprasi dahulu," katanya.

Kejadian tersebut dibenarkan Direktur Teknis (Dirtek) Perusahaan Umum Daerah Air Minum Surakarta,  Tri Atmojo. Setelah mendapat laporan, pihaknya langsung datang ke IPA Jurug, dan mengambil kebijakan tidak mengoperasikan IPA Jurug dan Jebres sementara waktu.

"Saya mendapat laporan dari petugas jaga di sekitaran Kali Kadokan Rabu (7/11). Sekitar pukul 17.00 WIB hingga malam kemarin terjadi perubahan warna hitam pekat, bahkan baunya seperti bau limbah minyak," kata Tri.

Setelah menonaktifkan IPA, lanjut Tri, pihaknya langsung melaporkan kepada Perum Jasa Tirta (PJT) 1 Malang yang selama ini menjadi penanggung jawab penyedian bahan baku air kepada PDAM Surakarta.

Laporan tersebut langsung ditanggapi dengan menerjunkan tim dari Jasa Tirta untuk menelusuri asal limbah tersebut. Disinggung penyebab pencemaran sungai tersebut, Tri menduga limbah berasal dari pabrik di sekitaran Kali Samin.

"Paling dominan mencemari air baku Sungai Bengawan ada di Kali Samin. Dampaknya, IPA Jebres dan Jurug tak mampu lagi mengolah air baku sungai menjadi air bersih, apalagi di IPA Semanggi yang saluran pemasukannya dekat dengan Kali Samin," kata Tri

Salah seorang warga Kampung Dadapan ,RT 4/RW 13, Sangkrah, Pasarkliwon, Fajar Istianto mengungkapkan, warna air Bengawan Solo berubah hitam sudah sejak dua hari lalu (Selasa). Warga menduga pabrik kerap membuang limbah ke kali yang berhubungan ke sungai Bengawan Solo.

‘’Sudah dua hari ini air berubah hitam. Kami biasa memancing di sungai Bengawan Solo dan airnya tidak seperti sekarang. Ikan yang kami tangkap tidak berani kami konsumsi. Selain itu banyak ikan mati karena air sungai tercemar,’’ kata dia.


(M Ilham Baktora/CN40/SM Network)