• KANAL BERITA

Produk UKM Diseleksi Masuk Toko Modern

Pihak Indomaret melakukan penilaian produk-produk UKM, Rabu (7/11), didampingi Kepala Dinas KUKMP Purworejo, Gandi Budi Supriyanto, untuk menyeleksi produk yang akan dipasarkan di toko modern tersebut. (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)
Pihak Indomaret melakukan penilaian produk-produk UKM, Rabu (7/11), didampingi Kepala Dinas KUKMP Purworejo, Gandi Budi Supriyanto, untuk menyeleksi produk yang akan dipasarkan di toko modern tersebut. (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

PURWOREJO, suaramerdeka.com – Sebanyak 64 produk dari 39 Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Purworejo dilakukan seleksi untuk bisa masuk dan dipasarkan di toko modern. Seleksi atau penilaian dilakukan di Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) setempat, Rabu (7/11).

Kepala Dinas KUKMP Purworejo, Gandi Budi Supriyanto mengungkapkan, pihaknya mendorong agar produk-produk UKM bisa masuk dan dipasarkan di toko-toko modern. Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kelas para pelaku UKM, selain juga untuk memperluas pasar produk-produk UKM dari Purworejo. Bahkan diharapkan sampai me-nasional.

“Harapannya produk UKM kita bisa menasional, jadi betul-betul UKM kita bisa naik kelas, menjadi pengusaha,” ungkap Gandi.

Kerja sama dengan toko modern untuk memasarkan produk UKM, lanjutnya, sudah dilakukan dengan Laris dan Jodo. Untuk lebih memperluas, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan PT Indomarco Prismatama (Indomaret).

Dari 64 produk UKM yang diseleksi tersebut yang lolos akan dipasarkan di Indomaret. Seleksi dilakukan oleh pihak PT Indomarco Prismatama dengan difasilitasi Dinas KUKMP. Dari hasil penilaian, 21 dari 64 produk tersebut lolos penilaian namun ada beberapa yang perlu disesuaikan pengemasannya sesuai spesifikasi Indomaret.

“Kami akan improve dan support mereka (UKM), jangan hanya puas diri, tapi juga harus tahu selera pasar. Kami juga akan tanamkan komitmen memenuhi apa yang menjadi persyaratan pasar modern, seperti kontinuitas produk dan mengganti bila ada produk yang rusak,” katanya.

Produk yang akan dipajang di Indomaret, lanjut Gandi, nantinya akan dilakukan evaluasi setelah 3-4 bulan berjalan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Indomaret dan juga berkomunikasi dengan UKM bersangkutan.

“Ke depan kami masih akan melakukan seleksi lagi. Kali ini untuk Indomaret, ke depan untuk Alfamart. Mekanismenya sama, untuk menjadi produk yang ditempatkan di toko modern,” imbuhnya.

Manager Divisi Food PT Indomarco Prismatama Cabang Yogyakarta, Anggi Tonyius mengatakan, seleksi produk UKM antara lain meliputi PIRT, kemasan menarik dan bersih, ada tanggal kadaluwarsa, gramasi, dan bahan baku produk. Pihaknya juga mencari produk-produk yang khas Purworejo. “Produk yang lolos penilaian kemudian dilanjutkan dengan tahap nego harga, karena kalau tidak sesuai harga pasar akan terkendala juga,” katanya.

Anggi berpesan kepada pelaku UKM yang produknya lolos untuk menjaga kontinuitas mengirimkan produknya. Selain itu juga memenuhi tanggung jawab penggantian terhadap produk yang rusak dalam proses pengiriman. “Satu semester akan dievaluasi, bila diterima pasar akan dilanjutkan,” imbuhnya.


(Panuju Triangga/CN40/SM Network)