• KANAL BERITA

Tingkatkan Kompetensi SDM dengan Sinkronisasi Pendidikan Kejuruan Sistem Ganda

Seminar kompetensi trainer industri untuk mendukung terwujudnya tenaga kerja kompeten yang diselenggarakan Edu Kadin Jawa Tengah dan IHK Trier Jerman di Semarang, Rabu (7/11). (suaramerdeka.com /Cun Cahya)
Seminar kompetensi trainer industri untuk mendukung terwujudnya tenaga kerja kompeten yang diselenggarakan Edu Kadin Jawa Tengah dan IHK Trier Jerman di Semarang, Rabu (7/11). (suaramerdeka.com /Cun Cahya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Untuk peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di segala bidang, terutama menghadapi persaingan global, dibutuhkan kompetensi profesi yang andal. Kadin Jawa Tengah melalui Edu Kadin Jawa Tengah bekerja sama dengan IHK Trier Jerman melakukan pelatihan kompetensi trainer industri untuk mendukung terwujudnya tenaga kerja kompeten.

Agustina Devi, Direktur Edu Kadin Jawa Tengah mengatakan, untuk menciptakan SDM yang kompeten dibutuhkan sinergitas dunia usaha dengan pendidikan. Menurutnya dalam percepatan peningkatan kompetensi SDM ada tiga sektor. Yaitu pendidikan, pelatihan kerja, dan sertifikasi profesi.

"Kenapa difokuskan ke pendidikan kejuruan? Karena di dunia industri dengan adanya persaingan global pasti membutuhkan tenaga kerja kompeten. Dengan tenaga kerja kompeten juga akan mempermudah dunia usaha dalam perekrutan yang sesuai industri," katanya, di Semarang, Rabu (7/11).

Menurutnya sekarang ini masih ada kesenjangan kualitas pekerja kompeten. Yaitu di penggunaan bahasa Inggris, ketrampilan penggunaan komputer, ketrampilan perilaku, ketrampilan berfikir kritis, dan ketrampilan dasar.

Tenaga Ahli IHK Trier Jerman, Andreas Goesche menjelaskan, dua per tiga tenaga kerja di Indonesia tidak mempunyai kemampuan di bidangnya. Hal itu dikarenakan dalam mencetak tenaga kerja yang dimulai dari pendidikan tidak disinergikan dengan pelatihan kerja di industri.

Dalam kerja sama dengan Kadin Jawa Tengah, IHK Trier menerapkan pendidikan kejuruan sistem ganda. Di mana pendidikan kejuruan berlangsung di perusahaan dan didampingi dengan pelajaran di sekolah. Dengan kedua tempat belajar terdapat peraturan yang berdiri sendiri tapi saling disesuaikan.
 
"Kalau di Indonesia duduk dikelas lulus langsung pasar kerja kalau sistem ganda jalan bareng duduk di kelas dan praktik di industri. Kalau di Jerman pendidikan di industri harus lebih lama daripada pendidik di kelas," jelasnya.

Andreas menuturkan, manfaat dari pendidikan kejuruan sistem ganda bagi perusahaan adalah menciptakan tenaga kerja dengan ketrampilan tinggi yang sesuai dengan proses usaha dan produk lsi perusahaan. Mengatasi kekurangan kompetensi melalui pengajaran oleh pelatih tempat kerja sendiri. Serta kemandirian dan kemampuan untuk bersaing secara global.

"Inti pendidikan kejuruan sistem ganda yaitu mempunyai kurikulum pendidikan yang bentuknya sama dengan industri atau perlu dikembangkan bersama atau sinkronisasi," ungkapnya.


(Cun Cahya/CN40/SM Network)