• KANAL BERITA

Dinkes Akan Sisir Distribusi Obat Kaki Gajah

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

BLORA, suaramerdeka.com - Dinas Kesehatan Blora akan menyisir pendistribusian obat pencegahan massal filariasis atau penyakit kaki gajah untuk memastikan warga usia dua tahun hingga 70 tahun mendapatkan obat itu dan meminumnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Henny Indriyanti, melalui Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Sutik mengemukakan, sebulan penuh pada Oktober 2018 digelar kegiatan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga). Dalam kegiatan tersebut dibagikan obat pencegahan penyakit kaki gajah secara gratis kepada warga.

Obat itu dikonsumsi setahun sekali selama lima tahun berturut-turut untuk pencegahan penyakit kaki gajah. ‘’Pada tahun 2020 nanti diharapkan Kabupaten Blora terbebas dari penyakit kaki gajah. Oleh karena itu harus dipastikan obat kaki gajah telah dikonsumsi oleh masyarakat,’’ ujar Sutik, Selasa (6/11).

Menurutnya, Kabupaten Blora pernah dinyatakan sebagai daerah endemis penyakit kaki gajah. Namun berkat pengobatan rutin, para penderita kaki gajah telah dinyatakan sembuh. Sutik mencontohkan, di Desa Tawangrejo, Kecamatan Kunduran dan Desa Wantilgung, Kecamatan Ngawen, beberapa tahun lalu pernah ada penderita kaki gajah.

‘’Setelah dilakukan pengecekan ulang belum lama ini terhadap 600 sampel darah warga di kedua desa itu, ternyata hasilnya negatif. Itu berarti di dua desa tersebut sudah tidak ada lagi penderita kaki gajah atau dengan kata lain sudah sembuh,’’ kata Sutik.

Selama bulan Oktober lalu, petugas atau kader kesehatan dari setiap Puskesmas datang ke rumah warga di desa-desa di Blora. Mereka membagikan obat pencegahan kaki gajah secara gratis. Di Blora, jumlah sasarannya mencapai lebih dari 800 ribu orang.

‘’Kami ingin memastikan warga sasaran Belkaga telah mengonsumsi obat yang telah kami berikan,’’ tandas Sutik.

Penyakit kaki gajah bisa ditularkan melalui gigitan segala jenis nyamuk, terutama jenis Culex fatigan. Namun, meski penyebarannya bisa melalui nyamuk, masyarakat diminta untuk tidak resah.

Pasalnya, penyakit itu tidak seperti demam berdarah. Sebab,microvilariabisa menular jika seseorang digigit nyamuk sampai seribu kali. Obat pencegahan penyakit kaki gajah sebaiknya diminum pada malam hari sebelum tidur dan perut dalam keadaan terisi (sudah makan). Hal itu dilakukan untuk menghindari rasa mual setelah meminum obat.


(Abdul Muiz/CN40/SM Network)