• KANAL BERITA

BI Solo Siapkan Rp 1,4 Triliun Untuk Natal-Tahun Baru

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo sudah mulai menghitung kebutuhan uang kartal atau uang tunai untuk kebutuhan Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo sudah mulai menghitung kebutuhan uang kartal atau uang tunai untuk kebutuhan Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

SOLO, suaramerdeka.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo sudah mulai menghitung kebutuhan uang kartal atau uang tunai untuk kebutuhan Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Menurut Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Solo Bakti Artanta, kebutuhannya sekitar Rp 1,4 triliun, tak jauh dari kebutuhan Natal dan Tahun baru kemarin. Kalau pun ada peningkatan, jumlahnya tidak seberapa. Dikatakan, kebutuhan uang baru untuk Natal dan Tahun Baru lebih sedikit ketimbang untuk kebutuhan Hari Raya Lebaran yang mencapai lebih dari Rp 5 triliun.

"Untuk menghitung kebutuhan uang Natal dan Tahun Baru sudah kita bicarakan dengan teman-teman dari bank umum," kata Bakti.

Hal itu dikatakan sebelum menjadi pembicara dalam "Pelatihan Teknis Kepada BPR se-Soloraya Tentang Mekanisme Layanan Penukaran Uang, Pengelolaan Uang, dan Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah" di kantor bank sentral setempat, Selasa (6/11). Sebanyak 230 peserta perwakilan BPR se-Soloraya mulai dari direksi, pejabat eksekutif, hingga teller mengikuti kegiatan yang dibuka Kepala Kantor Perwakilan BI Solo Bandoe Widiarto.

Menurut dia, pelatihan tentang mekanisme layanan penukaran uang, pengelolaan uang itu untuk menindaklanjuti keluhan dari para pengelola dan karyawan BPR anggota Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo). Pelatihan juga sebagai tindak lanjut Perjanjian Kerjasama antara KPwBI Solo dan Perbarindo Solo Raya No.20/17/Slo/P/B dan No.165/Perbarindo/DP.Kom Solo/X/2018 tanggal 18 Oktober 2018 tentang Layanan Penukaran Uang Rupiah Dalam Rangka Clean Money Policy Melalui Program Kas Keliling.

"Kita berharap, setelah kegiatan ini hubungan antara Bank Indonesia dan Bank Perkreditan Rakyat jadi makin mesra lagi," kata Bandoe berkelakar yang disambut tawa peserta.

Ketua Perbarindo Komisariat Soloraya Azis Sholeh menyambut baik pelatihan itu. Pihaknya berharap, melalui pelatihan itu teman-teman dari BPR makin memahami soal mekanisme layanan penukaran uang, pengelolaan uang, dan ciri-ciri keaslian uang rupiah. "Harapan lain, kita makin mudah menukar uang di BI untuk mendapatkan uang baru," kata Azis.

Bakti Artanta melanjutkan, untuk melayani penukaran uang bagi BPR diberbagai daerah, Bank Indonesia akan mengoptimalkan mobil khas keliling. "Teknisnya, kita siapkan uang baru di mobil khas keliling yang akan keliling ke daerah yang dituju, misalnya di Wonogiri atau Sukoharjo. Di situ, BPR bisa menukarkan uangnya yang lusuh untuk mendapatkan uang baru atau layak edar," kata Bakti.


(Langgeng Widodo/CN19/SM Network)