• KANAL BERITA

Pasar Indonesia Bagus, Aliansi Blockchain Asia Tenggara Luncurkan UDAX Indonesia

Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com  - Southeast Asia Blockchain Alliance (SEABA) atau Aliansi Blockchain Asia Tenggara meluncurkan bursa asset digital, UDAX. Indonesia dinilai memiliki potensi pasar teknologi digital yang besar karena populasi yang tinggi.

Selain meluncurkan UDAX Indonesia, bursa asset digital UDAX (United Digital Assets Exchange) Global menggelar Konferensi Aliansi Blokchain Asia Tenggara (SEABA) sekaligus sebagai inagurasi berdirinya UDAX Indonesia, di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (31/10). CEO of UDAX Global Bobby Lieu menilai perkembangan pasar Blockchain di Indonesia cukup bagus, sehingga mendorong UDAX untuk menggelar Konferensi Aliansi Blockchain Asia Tenggara sekaligus menandai berdirinya UDAX Indonesia.

“Tujuan event ini adalah memperluas jaringan blockchain (koin dan token) yang sudah ada di Indonesia agar lebih kompetitif, pangsa pasar di Indonesia bagus, dan UDAX ini sudah bergabung dengan aliansi Blockchain se-Asia Tenggara SEABA (Southeast Asia Blockchain Alliance),” ujarnya.

Lieu menambahkan dalam konferensi tersebut UDAX dan para narasumber akan membahas kondisi pasar blockchain di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, kebijakan regional dan nasional Cina. Konferensi Aliansi Blockchain Asia Tenggara itu juga akan mempromosikan proyek blockchain yang berhasil, serta mempromosikan pertukaran dan kerja sama antara industri blockchain Indonesia dan luar negeri.

Bobby menambahkan UDAX Indonesia menargetkan perusahaan-perusahaan rintisan atau start up yang kini tengah berkembang di Indonesi.  "Ekonomi digital dan generasi millenial itu deket sekali, itu jadi target. Ngga hanya Korea, Hongkong, Jepang, Indonesia juga mampu berkembang ekonomi digitalnya," tambahnya. 

Perwakilan UDAX lainnya Leo Yang menambahkan pihaknya memilih mendirikan kantor di Indonesia karena Indonesia menjadi pusat perekonomian besar di kawasan Asia Tenggara.  "Blockchain di Indonesia juga berkembang, kami ingin mengajak masyarakat memilih ekonomi digital," kata Leo. 

Denny Christ dari UDAX Indonesia juga menambahkan sistem keamanan UDAX sudah sangat teruji. "Mereka punya tim hackers (peretas) sendiri yang mencoba terus menerus untuk mencari kelemahan dari sistem yang ada. Itu dilakukan untuk terus menambah keamanan sehingga ngga ada kebocoran data, kehilangan koin, karena pengamanan berlapis-lapis," paparnya. 

Launching UDAX Indonesia dipimpin oleh Roger Wang, Bobby Lieu, Yuan Yunfeng, Yang Xinfeng, Jiang Kuizhe, Denny Christ, Jing Chengmin, dan Leo Yang. Selain itu, hadir pula Dr. Komang Aryasa sebagai perwakilan dari Indonesia yang memimpin acara tersebut.


(Kartika Runiasari/CN26/SM Network)