• KANAL BERITA

‘’Telepon Agil Aktif, Tapi Tidak Diangkat...’’

Warga Slawi Korban Lion Air

FOTO: Sutinah, nenek Agil Septian Nugroho memegangi foto cucunya. (suaramerdeka.com / Cessnasari)
FOTO: Sutinah, nenek Agil Septian Nugroho memegangi foto cucunya. (suaramerdeka.com / Cessnasari)

SLAWI, suaramerdeka.com - Selain warga Pekalongan, Joyo Nuroso (50), warga di Desa Jetak Kidul, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, terdapat warga Slawi atas nama Agil Nugroho (23)  tercatat dalam manifes pesawat Lion Air JT 610. Agil Nugroho (23) diduga turut menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di laut utara Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10). Dalam daftar penumpang pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang tersebut, nama Agil Nugroho tercatat pada  nomor 108.

Meski demikian, kerabat korban hingga semalam masih menunggu keajaiban dan berharap Agil dalam keadaan sehat.  Keluarga menyebut nama yang beredar disebut Agil Nugroho, sementara nama warga Slawi itu Agil Septian Nugroho.

Paman Agil Nugroho, Dwiyana Nurarianto, saat ditemui di rumah orang tua Agil, di Jalan RA Kartini RT/RW 4/3, Desa Dukuhwringin, Kecamatan Slawi, Senin petang  mengatakan, untuk memastikan kabar tersebut, ayah dan ibu Agil, yakni Suharto dan Rohmiyatun  langsung berangkat ke Jakarta. ‘’Ayah dan ibu Agil berangkat ke Jakarta habis asar tadi diantar salah seorang kerabat,’’jelas Dwiyana. 

Sejak mendengar kabar kecelakaan tersebut, keluarga berharap, nama Agil Nugroho yang tercantum dalam daftar penumpang bukan Agil keponakannya. ‘’Nama keponakannya saya Agil Septian Nugroho. Sementara dalam daftar penumpang tersebut tercantum Agil Nugroho,’’ katanya.

Selain itu, saat ayah Agil dan kerabat lainnya mencoba menghubungi ponsel Agil, ponsel dalam kondisi aktif dan terdengar nada sambung, namun tidak ada jawaban. ‘’Sejak Senin siang hingga pukul 5 sore saat dihubungi, teleponnya masih aktif,hanya tidak diangkat,’’kata Sartono, kakek Agil.

Dwiyana menyebutkan, keponakannya bekerja di Pertamina Pangkalpinang Agil  hampir dua tahun ini.  Alumni D-3 Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta ini pada Sabtu lalu baru saja mengikuti kegiatan fun bike di Prambanan. Alumni SMA 1 Slawi tahun 2013 ini menghubungi ibunya pada Minggu (28/10) malam. Saat itu, ibunya meminta agar kepulangannya ke Pangkalpinang ditunda.  Sementara itu, Yanti bibi Agil mengatakan, keluarga mengetahui kabar duka dari salah seorang kenalan yang bekerja di Pertamina.

‘’Orang tua tahunya sekitar pukul 11.00. Kemudian berita mulai menyebar dan banyak rekan-rekan guru yang datang ke rumah Pak Harto,’’ sebutnya. Suharto merupakan Kepala SD Slawi Kulon 02 dan Rohmiyatun guru di SD Dukuhwringin, Slawi.

Sementara itu, nenek Agil, Sutinah menangis sambil menatap foto cucunya. Foto Agil didampingi kedua orangtuanya saat wisuda D-3 tanggal 18 Mei 2016 terus dipegangi dan dipandangi. ‘’Cucu saya lima, yang laki-laki tiga orang termasuk Agil. Semuanya baik, tidak ada yang aneh-aneh,’’sebutnya.


(Cessnasari/CN26/SM Network)