• KANAL BERITA

CFD Larang Pedagang Jualan Keliling

LAYANI PEMBELI: Salah seorang pedagang es potong melayani pembeli di tengah jalan saat kegiatan car fre day (CFD) Solo, Minggu (21/10). (Foto: suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)
LAYANI PEMBELI: Salah seorang pedagang es potong melayani pembeli di tengah jalan saat kegiatan car fre day (CFD) Solo, Minggu (21/10). (Foto: suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)

SOLO, suaramerdeka.com - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta melarang pedagang berjualan secara berkeliling di area car free day (CFD) Solo. Pedagang yang menggunakan gerobak, becak modifikasi atau yang lainnya harus berjualan di tempat lantaran mengganggu aktivitas berolah raga masyarakat di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Penataan PKL, Disdag Surakarta, Didik Anggono, Minggu (28/10), mengatakan larangan itu dimaksudkan untuk menghindari ketersinggungan terhadap pedagang yang menggelar lapak di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi.

‘’Aturannya berjualan hanya diperbolehkan di city walk Slamet Riyadi. Selain itu, berjualan di tengah jalan dapat mengganggu orang yang berolah raga kawasan tersebut,,’’ katanya.

Setelah pedagang eks Sunday Market pindah ke tiga titik lokasi, termasuk Galabo dan CFD, pola berjualan keliling kerap terlihat di beberapa lokasi saat CFD digelar, sehingga perlu tindakan tegas agar pedagang  berjualan sesuai aturan.

Jika tidak ada tindakan tegas, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak kurang baik. Disdag selalu menerjunkan 10 personel untuk berpatroli mengingatkan pedagang , sehingga kondusivitas saat jual beli di CFD dapat terjaga.

‘’Setiap digelar CFD, beberapa personel kami terjunkan untuk memantau aktivitas jual beli di lokasi setempat. Pedagang kami tekankan untuk berada di lokasi tempat mereka berjualan. Dengan demikian, pedagang gerobak dan lainnya kami imbau menempati lokasi yang sama yaitu di city walk,’’ katanya.

Seorang pedagang es potong, Cahyo Nugroho mengatakan, dia sengaja berkeliling lantaran tempat berjualan di CFD sudah mulai penuh dan berusaha berkeliling mencari pembeli tanpa harus menunggu. ’’Saya memilih berkeliling daripada bertengkar dengan pedagang lain,’’ kata dia.


(M Ilham Baktora/CN41/SM Network)