• KANAL BERITA

Batik Lasem Makin Identik di Lingkup Birokrasi

LESTARIKAN BATIK : Bupati Abdul Hafidz, memberikan penjelasan soal aturan baru penggunaan batik Lasem bagi ASN yang berdinas di Rembang. (suaramerdeka.com / Ilyas al-Musthofa)
LESTARIKAN BATIK : Bupati Abdul Hafidz, memberikan penjelasan soal aturan baru penggunaan batik Lasem bagi ASN yang berdinas di Rembang. (suaramerdeka.com / Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Keberadaan batik tulis Lasem di kalangan birokrasi Kabupaten Rembang semakin dominan. Hal itu setelah Pemkab Rembang mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 060/2793/2018 tentang penambahan penggunaan batik Lasem dalam Pakain Dinas Harian (PDH). Perubahan penggunaan PDH Aparatur Sipil Negara (ASN) Rembang itu rencananya akan dimulai pada 1 November 2018. Sebelumnya, PDH keki digunakan selama dua kali sepekan, setiap Senin dan Selasa.

Melalui Surat Edaran dari Pemkab Rembang, seragam keki hanya digunakan oleh ASN setiap Senin saja. Sedangkan Selasa sampai Sabtu, seluruh ASN di Rembang diwajibkan menggunakan batik Lasem. Khusus Jumat, para ASN diperbolehkan menggunakan seragam olahraga ketika pagi. Namun, setelah itu harus menggantinya kembali dengan seragam batik Lasem sampai jam kepulangan siang hari, sedangkan pakain Korpri digunakan setiap tanggal 17.

Bupati Abdul Hafidz kepada wartawan menyatakan, penggunaan seragam dinas batik Lasem, karena mempertimbangkan identitas Rembangs ebagai kota batik. Pemkab akan mencoba menjadi pelopor penggunaan batik Lasem di kalangan masyarakat.

“Pertimbangan kami, karena Rembang sudah dikenal karena batik. Sehingga sangat lucu jika instansi pemerintahan tidak memelopori. Kalau orang luar saja suka pakai batik Lasem, masak  yang di Rembang tidak suka. Pertimbangan ini yang kami terapkan supaya lima hari pakai batik,” papar Hafidz.

Meskipun demikian Hafidz menegaskan, tidak ada penambahan seragam batik baru untuk para ASN di Rembang. Sebab, pengadaan batik Lasem untuk ASN rembang sudah dilakukan baru-baru ini. “(pengadaan) Kemarin sebagai pembuka untuk menyadarkan ASN, karena batik Lasem enak dipandang. Banyak dipakai di Kabupaten Rembang sendiri maupun kabupaten yang lain,” imbuh Hafidz.

Surat Edaran perubahan penggunaan pakain dinas ASN Rembang didasarkan pada Peraturan Bupati (Perbup) Rembang Nomor 45 tahun 2018 tentang pakaian pegawai di lingkup Pemerintahan Kabupaten Rembang serta Perbup Nomor 47 tahun 2017 tentang hari dan jam kerja di lingkup Pemerintahan Kabupaten Rembang.


(Ilyas al-Musthofa/CN26/SM Network)