• KANAL BERITA

Pemerintah Perlu Lakukan Estimasi Permintaan Beras dengan Baik

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menjelaskan, agar tetap menjaga harga beras stabil dan masih dalam jangkauan masyarakat, pemerintah perlu melakukan estimasi permintaan beras dengan baik. Apabila stok yang dimiliki Bulog sudah menipis ketika awal tahun dan mengancam kenaikan harga drastis hingga masa panen tiba, pertimbangan melakukan impor patut diperhitungkan.

"Namun, kalau impor beras akan dilakukan di awal tahun sebagai bentuk menjaga kestabilan harga, pemerintah jangan sampai mengulang kesalahan timing impor yang pemerintah sebelumnya telah lakukan di awal tahun 2018. Hal ini agar impor tidak akan menjatuhkan harga dan merugikan petani," ungkapnya.

Pada awal Januari 2018, Pemerintah memutuskan untuk melakukan impor di saat pada Februari 2018 terjadi panen raya. Adanya proses pengiriman beras impor ke Indonesia yang memakan waktu mengakibatkan komoditas impor sampai pada saat yang berdekatan dengan panen raya. Hal ini berakibat pada harga beras di pasaran anjlok dan petani merugi.

"Ancang-ancang untuk melakukan impor harus diukur secara baik. Kalau pun perlu dilakukan, maka sebaiknya dilakukan sebelum Januari 2019, jika berkaca pada pengalaman awal tahun ini. Hal ini tentunya perlu mempertimbangkan volatilitas harga beras saat ini dengan kondisi yang sama pada akhir tahun sehingga kebijakan impor dapat dieksekusi tepat sasaran," kata dia.

 


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)