• KANAL BERITA

Dinkes Terus Pantau Pemberian Obat Kaki Gajah

Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Ani Rahardjo. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Ani Rahardjo. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang terus memantau pemberian obat anti penyakit kaki gajah untuk tahun kedua. Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Ani Rahardjo mengungkapkan, bila pemberian obat tadi sudah dilaksanakan di seluruh kecamatan.

“Pil diberikan untuk program pencegahan penyakit kaki gajah. Ini tahun kedua, dan rencananya akan diberikan lima tahun berturut-turut,” katanya, Rabu (24/10) siang.

Ada pun sasarannya, menurut Ani adalah seluruh warga Indonesia yang berumur dua tahun hingga 70 tahun. Kecuali mereka yang tengah hamil dan sakit, obat tersebut tidak akan diberikan.

“Obatnya disediakan pemerintah sesuai sasaran. Kalau jenis obatnya sama, yang membedakan adalah dosisnya, untuk anak dan dewasa berbeda,” jelasnya.

Ketika ditanya kapan target pendistribusian obat itu selesai? Ani menjawab, pihaknya menargetkan bisa selesai 100 persen pada November 2018 depan. Dari pantauannya hingga Oktober 2018 ini, distribusi di sejumlah kecamatan dan desa/kelurahan sudah selesai.

“Kasus kaki gajah di Kabupaten Semarang tidak banyak tetapi ada. Kami pun terus memantau dan melakukan pencegahan,” tandasnya.

Selain didistribusikan melalui Puskesmas dan Posyandu, Dinkes Kabupaten Semarang telah membentuk Pos Minum Obat Pil Gajah di tingkat lingkungan, kampung, hingga tingkat RT. Tujuannya agar obat tersebut cepat terdistribusi dan diminum oleh masyarakat.

“Sejauh ini tidak ada penolakan dari warga. Karena orang sudah tahu apa itu kaki gajah, gambarnya menakutkan seperti itu,” ujarnya.


(Ranin Agung/CN40/SM Network)