• KANAL BERITA

IPM Se-Kedu Gelar Madrasah Advokasi Pelajar

ADVOKASI PELAJAR: Ketua Departemen Sosial PW Nasyiatul Aisyiyah Jateng  Kharis Rosyidah menjadi pembicara Seminar Advokasi Pelajar yang digelar IPM se-Kedu. (Foto suaramerdeka.com/Supriyanto)
ADVOKASI PELAJAR: Ketua Departemen Sosial PW Nasyiatul Aisyiyah Jateng Kharis Rosyidah menjadi pembicara Seminar Advokasi Pelajar yang digelar IPM se-Kedu. (Foto suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) se Eks-Keresidenan Kedu, menggelar Pelatihan Madrasah Advokasi Pelajar yang dipusatkan di SMP Muhamadiyah 1 Kebumen. Kegiatan yang diikuti 30 peserta dari berbagai kabupaten/kota itu berlangsung selama tiga hari 19-21 
Oktober 2018.

Opening Ceremonial Madrasah Advokasi Pelajar dilaksanakan di Ruang Jatijajar Komplek Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen. Acara dibuka oleh Asisten 3 Sekda Widiatmoko dan dihadiri Kapolsek Kebumen AKP Hari Hardjanto dan sejumlah tamu undangan lain.

Saat opening juga dilaksanakan Seminar Advokasi Pelajar yang diikuti 180 peserta siswa-siswi SMP, SMA dan SMK Muhammadiyah Kebumen. Dua narasumber hadir yakni Ketua Departemen Sosial Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jateng Kharis Rosyidah yang memaparkan seputar HAM serta hak-hak pelajar yang wajib diadvokasi dan Fitriadi 
Prihartanto, praktisi IT Kebumen yang memaparkan seputar hate speech, hoax dan UU ITE.

Ketua Panitia Slamet Puji Widihanto menjelaskan, adanya madrasah advokasi itu untuk meningkatkan kompetensi para siswa. Hal itu penting agar siswa mampu mengetahui dan 
mengadvokasi hak-haknya. "Kegiatan ini juga bermanfaat untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi antar pelajar Muhammadiyah lintas kabupaten," tuturnya.

Cakap Berorganisasi

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen KH Abduh Hisyam melalui Ketua Bidang Lembaga Manasik Haji Abdul Rais menyampaikan agar siswa 
Muhammadiyah cakap dalam berorganisasi dan pandai pada akademik. "Tunjukkan pada kami yang sudah tua bahwa IPM merupakan masa depan Muhammadiyah, dan 
juga masa depan Islam," paparnya.

IPM diharapkan mampu menjadi literasi dan garda terdepan peningkatan sumber daya manusia Muhammadiyah dan Islam. Untuk itu keseriusan dalam menjalami masa belajar 
menjadi sangat penting. "Raihlah ilmu sebanyak mungkin dan gunakan untuk kepentingan kebaikan," ujarnya.

Asisten 3 Sekda Widiatmoko yang membacakan sambutan Wakil Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz menyambut baik adanya kegiatan Madrasah Advokasi Pelajar. 
Selama ini organisasi Muhammadiyah sangat baik yakni selalu rukun dan dinamis.     "Adanya kegiatan ini diharapkan akan semakin meningkatkan kiprah Pelajar Muhammadiyah," katanya.


(Supriyanto/CN19/SM Network)

Berita Terkait
Komentar