• KANAL BERITA

Puluhan Penari Pamerkan Tarian Modern-Tradisional di CFD

PAMERKAN TARIAN: Puluhan anak muda memerkan tarian modern yang dipadukan dengan tarian tradisional di area car free day (CFD) Solo, Minggu (21/10). (Foto: suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)
PAMERKAN TARIAN: Puluhan anak muda memerkan tarian modern yang dipadukan dengan tarian tradisional di area car free day (CFD) Solo, Minggu (21/10). (Foto: suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)

SOLO, suaramerdeka.com Menyambut pagelaran Indonesia Menari 2018 yang jatuh pada 11 November mendatang, puluhan penari muda memamerkan tarian modern yang dipadukan dengan tarian tradisional di area car free day (CFD) Solo, Minggu (21/10).

“Indonesia Menari merupakan even tahunan yang rutin dilaksanakan Bakti Budaya Djarum Foundation. Sejak 2012 lalu even ini kami kemas dengan tarian modern namun tak meninggalkan unsur budaya yang dimiliki Indonesia. Kami mengajak generasi muda untuk bergabung dan memperebutkan hadiah total senilai Rp 300 juta,” ungkap Ketua Penyelenggara, Adi Mardianto.

Adi mengungkapkan, Indonesia Menari 2018 bakal diselenggarakan di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Solo dan Semarang. Sebelumnya hanya tiga kota yang mengikuti pagelaran tahunan itu.

“Khusus di Solo Indonesia Menari diselenggarakan di The Park Mall Solo. Sebelumnya hanya tiga kota yang mengikuti kegiatan itu, karena antusias dan permintaan pencinta seni untuk menyelenggarakan Indonesia Menari di daerahnya, Kota Semarang kami ikutkan untuk kegiatan tahunan ini,”ujarnya.

Aksi yang dilakukan 20 anak-anak muda itu, menarik masyarakat yang berlalu lalang di area CFD, perempatan Ngarsopuro. Beberapa warga diajak mengikuti gerakan koreografer dan sebagian warga mendokumentasikan aksi  tersebut.

Lebih lanjut, Adi mengungkapkan, pendaftaran peserta untuk Solo dibuka mulai 25 September hingga 4 November. Panitia mentargetkan 1.200 orang untuk mendaftar.

Sementara itu, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Andrian mengatakan, Indonesia Menari merupakan upaya mengenalkan generasi muda dengan budaya seni yang dimiliki daerahnya masing – masing. Dengan demikian, tarian serta musik yang dibawa mengandung unsur tradisional yang di padukan dengan tarian modern.

Selain itu  musik yang digunakan merupakan aransemen dari Pongky Prasetyo dengan menggabungkan musik modern dengan lagu daerah seperti, Soleram (Riau), Ampar – Ampar Pisang (Kalimantan Selatan), Cublak-cublak Suweng (Jawa Tengah) serta Yamko Rambe Yamko (Papua).


(M Ilham Baktora/CN42/SM Network)