• KANAL BERITA

Merugi, Damri Lepas Koridor 1 dan 4 BST

SELTER  KORIDOR 1 : Bus Batik Solo Trans (BST) Koridor 1 berhenti di selter Jalan Slamet Riyadi. (suaramerdeka.com / Yusuf Gunawan)
SELTER KORIDOR 1 : Bus Batik Solo Trans (BST) Koridor 1 berhenti di selter Jalan Slamet Riyadi. (suaramerdeka.com / Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com – Lantaran merugi, Manajemen Perum Damri dikabarkan siap melepas pengelolaan Koridor 1 dan 4 Batik Solo Trans (BST), dan mengembalikan kepada Pemkot Surakarta. Damri keberatan mengelola BST tanpa subsidi Pemkot, sehingga Koridor 1 dan 4 BST dikembalikan ke Pemkot.

"Manajemen Perum Damri sudah menyatakan secara lisan, mereka akan menyerahkan (pengelolaan) koridor 1 dan 4 BST. Saat ini kami tinggal menunggu hitam di atas putih atas keputusan itu," ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prihatno, Jumat (19/10).

Menurut Hari, keputusan Damri tersebut didasari keberatan mereka untuk mengelola koridor 4 BST. Koridor tersebut sejak awal sudah didesain Pemkot untuk dikelola Damri, bersama koridor 1 BST. "Mereka tidak mau mengelola koridor 4, karena Pemkot tidak bisa memberi subsidi operasional. Akhirnya Damri memilih menyerahkan semuanya (pengelolaan koridor 1 dan 4 BST) kepada Pemkot."

Keputusan resmi Damri atas pengembalian pengelolaan koridor 1 BST tersebut, akan dijadikan dasar Pemkot untuk mengalihkan pengelolaan bus jalur Terminal Palur-Terminal Kartasura-Bandara Solo Adisoemarmo PP kepada PT Bengawan Solo Trans.

"Tidak ada masalah kalau ditarik (pengelolaan koridor 1 BST). Bus sudah tersedia, tinggal dioperasikan PT Bengawan Solo Trans. Lagi pula ini pertimbangan mereka murni bisnis, karena mengelola koridor 1 dibilang merugi dan mengelola koridor 4 harus dengan subsidi," tegas Hari.

Sementara itu Manajer Umum Perum Damri Surakarta, Sentot Bagus Santoso, tidak banyak berkomentar terkait hal ini. "Itu keputusan direksi, kami hanya sebagai operator. Sampai sekarang belum ada keputusan resmi dari kantor pusat, dan kami masih mengoperasikan 15 unit BST di Koridor 1," tandasnya.

Namun Sentot tidak menampik jika Damri merugi selama mengoperasikan koridor 1 BST. "Sekarang banyak beroperasi angkutan umum <I>online<P>. Di lokasi ramai penumpang pun sudah dipenuhi angkutan  online . Bus hanya ramai pada jam sekolah, sementara jam-jam lainnya cenderung sepi," terang dia.


(Agustinus Ariawan/CN26/SM Network)