• KANAL BERITA

Bangunan Kios Baru Mencapai 70 Persen

Relokasi di Lahan Sewa MAJT

BELUM SELESAI : Proses pembangunan kios milik pedagang dari Bugangan, Rejosari blok VII dan VIII, serta Karangtempel, yang ada di relokasi lahan sewa MAJT saat ini belum selesai. (suaramerdeka.com / M Arif Prayoga)
BELUM SELESAI : Proses pembangunan kios milik pedagang dari Bugangan, Rejosari blok VII dan VIII, serta Karangtempel, yang ada di relokasi lahan sewa MAJT saat ini belum selesai. (suaramerdeka.com / M Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Bangunan kios pedagang dari Bugangan, Rejosari blok VII dan VIII, serta Karangtempel, yang ada di relokasi lahan sewa MAJT saat ini telah mencapai 70 persen. Bangunan kios tersebut direncanakan selesai sebelum November.

Dinas Perdagangan Kota Semarang mengharapkan agar kios-kios tersebut segera ditempati agar proses pembongkaran dapat segera dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana. Terkait kegiatan normalisasi Banjirkanal Timur.

"Pembangunan kios menggunakan kerangka besi baja ringan saat ini sudah mencapai 70 persen di lahan sewa MAJT. Bila bangunan kios telah mencapai 90 persen, maka pedagang harus sudah mulai memindahkan barang-barangnya ke sana. Proses pembangunan kios tinggal menyelesaikan untuk sekat, tembok, dan atap," ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Kamis (18/10).

Selanjutnya Fajar menyatakan, pihaknya akan membongkar secara keseluruhan bangunan kios di Mlatiharjo pada 22 Oktober. Mereka kemudian dimintamemindahkan barang-barangnya untuk relokasi ke Pasar Barito Baru, Penggaron. Sementara PKL Bugangan, Rejosari blok VII dan VIII, serta Karangtempel, harus membongkar kiosnya sebelum November dan relokasi ke lahan sewa MAJT.

"Kami melakukan pemotongan pohon terlebih dulu dalam waktu sepekan ini, sebelum membongkar bangunan kios. Ditargetkan 75 pohon sudah bersih terpotong, sembari menunggu pedagang merelokasi ke tempat baru. Pemotongan telah dimulai sejak  Rabu kemarin. Sebanyak sembilan pohon terpotong, kali ini ditargetkan hingga 15 pohon," kata dia.

Menurut dia, proses pemotongan pohon di Karangtempel dimulai dengan mengambil dari pojok daerah tersebut. Baik dari sebelah utara yakni mulai bawah jembatan Citarum, maupun sebelah selatan dari pertigaan Jalan Halmahera Raya. Selain itu, kegiatan juga diikuti dengan membantu melakukan pembongkaran sepuluh kios.

''Kekuatan dari pemotongan untuk satu pohon besar mencapai waktu hingga satu jam. Pemotongan menggunakan empat gergaji mesin. Prosesnya setelah pohon dipotong, kemudian dirajangi, dan diangkut. Kegiatan dimulai dari pukul 08.00-16.00. Kalau satu hari sekitar 10 pohon, maka sepekan target dapat tercapai,'' papar dia.


(Muhammad Arif Prayoga/CN26/SM Network)