• KANAL BERITA

Water Bombing di Gunung Merbabu Terkendala Cuaca

Luasan Lahan yang Terbakar Mencapai 400 Hektare

Prajurit Kodim 0714/Salatiga bersama relawan dan warga setempat melakukan pemantauan Gunung Merbabu dari Basecamp Thekelan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, kemarin. Laporan perkembangan kondisi cuaca dan kecepatan angin terus disampaikan ke pilot helikopter tipe MI 8 EY-225 untuk mendukung proses pemadaman kebakaran Gunung Merbabu via udara. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Prajurit Kodim 0714/Salatiga bersama relawan dan warga setempat melakukan pemantauan Gunung Merbabu dari Basecamp Thekelan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, kemarin. Laporan perkembangan kondisi cuaca dan kecepatan angin terus disampaikan ke pilot helikopter tipe MI 8 EY-225 untuk mendukung proses pemadaman kebakaran Gunung Merbabu via udara. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Dandim 0714/Salatiga, Letkol Inf Prayoga Erawan, selaku Komando Satuan Tugas Darurat Bencana Kebakaran Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) di wilayah Kabupaten Semarang mengatakan, memasuki hari kelima operasi pemadaman api di Gunung Merbabu, pihaknya mencatat setidaknya api sudah membakar lebih kurang 400 hektare area gunung yang mempunyai ketinggian 3.145 Mdpl itu.

Upaya pemadaman dari udara menggunakan helikopter tipe MI 8 EY-225, menurut Letkol Inf Prayoga, pagi Kamis (18/10) pagi, sempat terkendala cuaca dalam hal ini awan tebal dan angin kencang yang berembus di sekitar puncak Gunung Merbabu. Dalam kesempatan water bombing kemarin, pilot dan petugas di heli melaporkan, ada lebih kurang 20 hektare dari total 400 hektare area yang terbakar bisa efektif dipadamkan.

“Kamis (18/10) pagi, heli hanya mampu melaksanakan water bombing dua kali karena terkenda cuaca. Namun mereka (pilot-Red) siap melaksanakan tugas apabila cuaca sudah mendukung,” katanya.

Karena hambatan tadi, pihaknya akhirnya memutuskan untuk melakukan pemadaman manual. Sebagai awalan, telah diberangkatkan lebih dari 90 orang personel gabungan prajurit Kodim 0714/Salatiga, Polres Semarang, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, BPBD, Masyarakat Peduli Api, warga setempat, dan relawan lintas komunitas.

Personel yang diberangkatkan melalui jalur darat tadi, lanjutnya, telah diinstruksikan untuk membantu melakukan pemantauan perkembangan cuaca. Berbicara titik api di Dusun Gedong, pada Rabu (17/10) malam, terpantau hanya tampak bara api saja. Namun dari pilot heli, menginformasikan masih ada titik api di sana.

“Titik api masih terlihat di Dusun Gedong, Desa Tajuk, Getasan, Kabupaten Semarang. Sementara di Dusun Macanan, Desa Tajuk, Getasan hanya bara saja. Untuk yang di Thekelan masih kita cek ulang,” ungkapnya.

Meski pun hanya bara api, ia menegaskan, lokasi yang dimaksud harus dipadamkan tuntas supaya tidak kembali menyala kemudian merambat lebih luas ke area lahan yang belum terbakar.

“Makanya ketika sudah padam pun, tidak akan kita tinggalkan begitu saja. Tetap dari kita akan cek betul, jika ada bara api akan kita bongkar dan tutup dengan tanah sehingga tidak ada kesempatan api menyala lagi,” tandasnya.

Kalakhar BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto menambahkan, pada hari pertama helikopter tipe MI 8 EY-225 milik BNPB telah melakukan satu kali penerbangan dan berhasil melaksanakan lima kali water bombing. Sementara, hari kedua atau Kamis (18/10) pagi hingga siang hari, telah dilakukan dua kali penerbangan dan 16 kali water bombing.

Walau pun nantinya api sudah berhasil dipadamkan semua, menurut Heru, di area Gunung Merbabu yang terbakar tetap dibutuhkan pendinginan atau pembasahan dari udara. “Pantauan terakhir pasca water bombing hari kedua, tinggal terlihat satu titik asap saja. Mudah-mudahan, besok bisa diatasi semua,” kata Heru.


(Ranin Agung/CN40/SM Network)