• KANAL BERITA

Terhalang Awan, Pemadaman dengan Heli Tidak Maksimal

Kebakaran Gunung Merbabu Belum Padam

Helikopter water bombing tipe MI 8 EY-225 menjatuhkan air sebanyak 4.000 liter ke titik Gunung Merbabu yang terbakar, Rabu (17/10) siang. Dalam sehari kemarin, setidaknya ada lima kali water bombing di area Dusun Thekelan dan Dusun Ngelo, Desa Batur, serta Dusun Ngaduman dan Dusun Macanan, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Helikopter water bombing tipe MI 8 EY-225 menjatuhkan air sebanyak 4.000 liter ke titik Gunung Merbabu yang terbakar, Rabu (17/10) siang. Dalam sehari kemarin, setidaknya ada lima kali water bombing di area Dusun Thekelan dan Dusun Ngelo, Desa Batur, serta Dusun Ngaduman dan Dusun Macanan, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Upaya pemadaman kebakaran Gunung Merbabu melalui water bombing menggunakan helikopter tipe MI 8 EY-225, Rabu (17/10) siang, tidak berjalan maksimal, karena area yang terbakar terhalang awan tebal. Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sedianya melaksanakan sepuluh kali water bombing, kemarin hanya berhasil lima kali menjatuhkan air ke wilayah lahan yang terbakar dan masuk area Dusun Thekelan dan Dusun Ngelo, Desa Batur, serta Dusun Ngaduman dan Dusun Macanan, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

“Hanya lima kali water bombing, helikopter kemudian kembali ke Lanud Semarang. Karena area yang terbakar tertutup awan tebal disertai angin kencang,” kata Kalakhar BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto, Rabu (17/10) sore.

Pemadaman area yang terbakar, rencananya akan dilanjutkan kembali, Kamis (18/10) pagi hingga siang hari. Belajar dari pengalaman hari sebelumnya, maka helikopter pembawa air kapasitas 4.000 liter tadi akan diberangkatkan dan diupayakan sampai lokasi Gunung Merbabu yang terbakar antara pukul 09.00 hingga pukul 14.00 WIB.

“Airnya ambil dari Danau Rawapening, di sekitar lokasi Wisata Bukit Cinta,” ucapnya.

Dandim 0714/Salatiga, Letkol Inf Prayoga Erawan selaku Komando Satuan Tugas Darurat Bencana Kebakaran Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) di wilayah Kabupaten Semarang menambahkan, hasil pantauannya ketika melakukan pendakian bersama prajurit Kodim 0714/Salatiga kemarin, dia melihat tanaman di sekitar pos dua pendakian gunung yang memiliki ketinggian 3.145 Mdpl tersebut sudah habis terbakar.

“Di sana sudah tidak ada api, menyusul tidak ada yang bisa terbakar lagi. Semak-semak sudah habis,” imbuhnya.

Rabu (17/10) pagi, menurutnya, ada tiga titik api yang terlihat dari Basecamp Pendakian Thekelan. Di antaranya area Gunung Merbabu yang berada di wilayah Thekelan Desa Batur. Kemudian Dusun Macanan dan Dusun Ngaduman Desa Tajuk, Kecamatan Getasan.

“Pemadaman dengan heli tetap dibutuhkan untuk yang dua titik (Macanan dan Ngaduman-Red) itu,” terangnya.

Helikopter bantuan BNPB tadi, lanjut Letkol Inf Prayoga, rencananya akan disiagakan sampai kebakaran Gunung Merbabu benar-benar padam. Bila sudah padam, pilot heli bakal diinstruksikan untuk menggelar patroli udara minimal selama tiga hingga empat hari pascaapi dinyatakan padam.

“Teknisnya titik api disiram pakai heli. Selagi heli mengambil air, personel yang dikerahkan menuju ke lokasi titik api membuat galian sekat api untuk melokalisasi supaya api tidak merambat semakin jauh. Kita sudah bekali mereka 30 unit cangkul khusus,” paparnya.

Selain mengerahkan prajurit Kodim 0714/Salatiga, operasi pemadaman kebakaran gunung yang melingkupi di tiga kabupaten yakni Kabupaten Semarang, Boyolali, dan Kabupaten Magelang tersebut juga melibatkan unsur Polri, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, BPBD, Masyarakat Peduli Api, warga setempat, dan relawan lintas komunitas.

“Kemarin diberangkatkan lebih dari 200 orang personel untuk membantu pemadaman,” tandasnya.


(Ranin Agung/CN40/SM Network)