• KANAL BERITA

Darurat Bencana Kebakaran TNGMb Ditetapkan

Kebakaran Gunung Merbabu Belum Padam

Asap putih tebal imbas kebakaran area puncak Gunung Merbabu terlihat jelas dari Dusun Kalikopeng, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, kemarin. Rabu (17/10) pagi, BNPB berencana memberangkatkan helicopter water bombing tipe MI 8 EY-225 untuk memadamkan api dari udara. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Asap putih tebal imbas kebakaran area puncak Gunung Merbabu terlihat jelas dari Dusun Kalikopeng, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, kemarin. Rabu (17/10) pagi, BNPB berencana memberangkatkan helicopter water bombing tipe MI 8 EY-225 untuk memadamkan api dari udara. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kalakhar BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengatakan, Status Darurat Bencana Kebakaran Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) di wilayah Kabupaten Semarang sudah ditetapkan oleh Pemkab Semarang. Status tersebut ditetapkan ketika rapat lintas sektoral di Kantor Bupati Semarang, Selasa (16/10) siang.

"Status ini berlaku selama 14 hari sejak Gunung Merbabu terbakar, Minggu (14/10) kemarin. Komando satuan tugasnya Dandim 0714/Salatiga, Letkol Inf Prayoga Erawan," kata Heru.

Untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran Gunung Merbabu, sekaligus memenuhi air bersih bagi warga terdampak pipa PE distribusi air di pos dua yang terbakar, pihaknya kemarin sudah mengirimkan bantuan empat tangki air bersih ukuran 5.000 liter ke Dusun Thekelan dan Dusun Ngelo, Desa Batur, Getasan. Demikian halnya dengan logistik untuk keperluan dapur umum guna mendukung kebutuhan para relawan yang datang dari sejumlah wilayah. Seluruhnya sudah dikirim bertahap dari Gudang Logistik BPBD Kabupaten Semarang di Ungaran.

Kaitannya dengan rencana pemadaman dengan pesawat atau helikopter water bombing, menurutnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mengontak BPBD Kabupaten Semarang. Dalam komunikasi kemarin, petugas atau operator sudah meminta titik koordinat lahan yang terbakar serta area pengambilan air.

"Koordinat belum bisa dikirim karena sinyal selular di sini sangat jelek. Secepatnya akan kita kirimkan, kemudian untuk pengambilan air dari kajian rencananya efektif bila mengambil dari Danau Rawapening," paparnya.

Pada prinsipnya, segala sesuatu yang berkaitan dengan pemadaman via jalur udara sudah dipersiapkan. Sejalan dengan itu, Pemkab Semarang berencana hendak mencairkan Dana Tanggap Darurat Bencana dari APBD Kabupaten Semarang untuk mendukung proses pemadaman kebakaran Gunung Merbabu yang tercatat memiliki ketinggian 3.145 Mdpl tersebut.

"Operator di BNPB menginformasikan melalui pesan whatsapp, helikopter water bombing tipe MI 8 EY-225 BNPB akan terbang besok dari Jakarta pukul 08.00 dan sampai di Semarang sekitar pukul 09.30," imbuhnya.

Pantauan suaramerdeka.com, api yang membakar lahan di Gunung Merbabu terus merambat ke arah utara dan timur. Sebagian juga terpantau merambah kawasan bawah, mendekati pos tiga. Kepala Balai TNGMb, Edy Sutiyarto mengungkapkan, pemadaman manual sudah dilakukan melalui area Ampel, Kabupaten Boyolali. Upaya itu dilakukan sebagai antisipasi melebarnya api ke wilayah Ampel.

"Sejak kemarin relawan bersama warga setempat sudah naik menghadang api dari Ampel. Sekat pembatas api sudah dibuat," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Sugeng Riyanto mengatakan, meski wilayah yang terbakar masuk wilayah kerja TNGMb. Namun ketika ada kejadian kebakaran gunung seperti yang terjadi di Gunung Merbabu maka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap akan turun tangan.

"Kita akan pilah dan urai, karena kebakaran ini masuk di wilayah tiga kabupaten. Yaitu Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Kabupaten Semarang," kata Sugeng.

Dari kajiannya, kasus kebakaran Gunung Merbabu selalu terulang dan lokasinya lebih ke arah puncak yang tergolong savana dan belukar. Kalau pun ada tanaman tegakan, dari pantauannya hanya jenis kemlandingan gunung dan akasia yang ketika terbakar dan nantinya kena hujan akan kembali tumbuh subur.

Mengacu kejadian kebakaran Gunung Sumbing, pihaknya sudah memprediksi ketika menjelang satu muharam dimungkinkan bakal ada kelalaian-kelalaian dari pendaki. Berbeda dengan Gunung Merbabu, yang jarak area sebaran titik apinya di atas pos dua yang tergolong jauh dari aktivitas penduduk.

Sugeng Riyanto mengindikasikan, kebakaran Gunung Merbabu disebabkan adanya pendakian ilegal yang nekat naik ke puncak. Mengingat TNGMb telah mengeluarkan Surat Edaran SE.532/T.35/TU/EVLAP/2018 tertanggal 27 September 2018 tentang keputusan penutupan seluruh jalur pendakian mulai 8-31 Oktober 2018.

"Ini patut diduga, (imbas dari-Red) kelalaian dari para pendaki. Ini yang perlu dikrocek. Toh masih juga kecolongan, apakah kesengajaan atau kelalaian kami belum bisa bicara," tegasnya.

 


(Ranin Agung/CN40/SM Network)